Hybrid Working Jadi Tren di Masa Pandemi, Apakah Aman?

Pandemi membuat aktivitas terbatas, termasuk bagi para pekerja. Aktivitas di kantor juga harus dilakukan dengan berbagai penyesuaian. Bahkan saat kasus COVID-19 mencapai puncaknya, anjuran untuk bekerja dari rumah (WFH) atau home office kembali diberlakukan di banyak perusahaan.

Pasalnya, klaster perkantoran menjadi salah satu penyumbang kasus positif corona terbesar di Indonesia. Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, ada beberapa penyebab meningkatnya kasus COVID-19 dari cluster perkantoran, seperti ruangan yang terlalu padat, sirkulasi udara yang buruk, hingga pekerja kantoran yang memiliki hingga rata-rata memadati angkutan umum saat akan bekerja. .

Namun, WFH juga memiliki beberapa kelemahan, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan kerja sama tim. Sebagai solusi memasuki fase new normal, sistem kerja hybrid atau sistem kerja yang memungkinkan karyawan bekerja dari rumah dan di kantor sesuai jadwal yang diberikan menjadi tren.

Sistem ini tidak hanya dapat mempermudah pekerjaan, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan karyawan dengan memungkinkan mereka kembali bekerja di lingkungan yang lebih ideal. Meski begitu, protokol kesehatan harus tetap kita utamakan mengingat kondisi pandemi kini kembali naik daun, terutama saat bekerja di kantor.

Jadi apa yang bisa dilakukan untuk tetap aman saat bekerja di lingkungan hybrid?

1. Jaga jarak

Ruang kantor yang sempit dengan sirkulasi udara yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko tertular virus. Foto: Shutterstock
Seperti yang dijelaskan Prof Amin Soebandrio, ruang kantor dengan jumlah orang banyak dapat meningkatkan risiko penularan virus, terutama jika sirkulasi udara tidak lancar. Untuk menyiasatinya, atur ulang ruang kantor dengan memaksimalkan ruang yang tersedia dan menghindari meja yang terlalu berdekatan.
Selain itu, hapus juga barang-barang yang tidak perlu karena dapat menjadi media bagi virus untuk menyematkan. Jika perlu, selalu taruh perlengkapan kantor di loker setelah bekerja dan selalu jaga kebersihan meja Anda sebelum pulang.

2. Sediakan alat pembersih di area kerja

Laju pekerjaan yang padat seringkali membuat kita mengabaikan protokol kesehatan dan kebersihan. Apalagi jika tidak ada peralatan kebersihan yang memadai di kantor.
Selalu simpan tas kecil berisi pembersih tangan, tisu antiseptik, desinfektan permukaan, dan masker cadangan di dalam tas kerja Anda. Dengan begitu, Anda bisa langsung menggunakannya tanpa harus mencarinya di kantor saat Anda membutuhkannya.

3. Sediakan alat pembersih di area kerja

Penyediaan peralatan kesehatan dan kebersihan kepada karyawan juga menjadi tanggung jawab masing-masing kantor. Dengan cara ini, kesehatan karyawan lebih terlindungi dan berdampak pada kinerja dan produktivitas kerja mereka.
Idealnya, setiap kamar harus memiliki pembersih tangan di depan pintu masuk dan masker sekali pakai yang dapat digunakan ketika staf tidak memiliki masker cadangan. Ruangan juga harus dibersihkan secara menyeluruh dengan disinfektan setelah pekerjaan selesai.

4. Jangan memaksakan diri saat tubuh sedang tidak fit

Tubuh yang tidak fit bukan hanya membuat pekerjaan menjadi kurang maksimal. Di masa pandemi ini, daya tahan tubuh yang melemah dapat membuat kita mudah terserang virus.
Selalu terbuka terhadap kondisi kesehatan dapat membantu mengurangi kemungkinan penyebaran virus di lingkungan kerja. Jika Anda merasa tubuh Anda tidak dalam kondisi terbaiknya, jangan ragu untuk bekerja dari rumah atau mengambil cuti sampai Anda benar-benar sehat.

5. Manfaatkan teknologinya

Tak bisa dipungkiri, baik sistem kerja WFH maupun hybrid bisa dilakukan lebih maksimal berkat teknologi. Teknologi dapat menghubungkan tim sehingga mereka dapat bekerja sama bahkan ketika mereka berjauhan. Secara tidak langsung, teknologi tersebut juga membantu meminimalisir penyebaran virus yang lebih serius di tempat kerja.

Selain itu, dengan berbagai inovasi untuk mendukung pekerjaan, termasuk BenQ ClassroomCare® Interactive Flat Panel (IFP), papan tulis digital interaktif dengan teknologi bebas kedip (layar berkedip), dengan sedikit cahaya biru, layar anti-reflektif, dan built- dalam sensor kualitas udara dan layar tahan kuman. Lapisan perak layar juga dapat menghilangkan 99 persen virus, bakteri, dan jamur yang menempel padanya.

BenQ ClassroomCare® IFP juga dilengkapi dengan Papan unik untuk  dan cloud whiteboard, yang memungkinkan pengguna untuk melihat file presentasi secara lebih interaktif dan kolaboratif di layar, sehingga cocok untuk rapat selama WFH atau untuk bekerja di kantor. Fungsi papan tulis cloud memungkinkan kami untuk mendiskusikan pekerjaan yang disajikan dengan rekan kerja secara online dan real time tanpa batasan lokasi dan membagikannya dengan perangkat IFP lainnya.

Ada fungsi lain dari Sistem Manajemen Akun (AMS) yang dapat menghubungkan cloud BenQ ClassroomCare® IFP ke aplikasi penyimpanan cloud seperti Google Drive atau Dropbox. Selain perangkat lunak EZWrite yang disematkan di BenQ ClassroomCare® IFP, pengguna dapat memanfaatkan fungsi anotasi, alat pencerminan layar, dan alat mengambang yang dapat digunakan di seluruh platform dan memberikan catatan pada dokumen, aplikasi, situs web, video, dan sumber lain di komputer atau browser di Windows, Mac atau Chrome base.

Jadi lebih tenang bekerja di hybrid, kan? Gunakan BenQ ClassroomCare® IFP, yang tersedia dalam seri 65 “, 75” dan 86 “, untuk pekerjaan yang optimal dan interaktif!

Check Also

Begini Syarat dan Cara Cek Penerima Bantuan Langsung Tunai BBM

Begini Syarat dan Cara Cek Penerima Bantuan Langsung Tunai BBM

Syarat dan Cara Cek Penerima Bantuan Langsung Tunai BBM – Beberapa waktu yang lalu pemerintah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.