Apa itu Adrenochrome? Dikaitkan dengan Epstein Files dan anti-aging elit global

Sejak Epstein Files dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada awal tahun ini, perhatian publik internasional tersedot pada skala kejahatan seksual terorganisasi dan jejaring sosial rumit yang melibatkan Jeffrey Epstein. Jutaan dokumen, rekaman pengawasan, dan catatan penerbangan Lolita Express telah membuka tabir pola kriminal yang sistemik dan mengerikan. Namun, di tengah fakta-fakta kelam tersebut, turut merebak narasi yang jauh lebih ekstrem, menyeret isu ritual gelap, pengorbanan manusia, hingga klaim tentang senyawa kimia bernama adrenochrome. Zat ini disebut-sebut sebagai “rahasia awet muda” para elit global, memicu pembahasan intensif seputar dugaan praktik ritual gelap satanisme yang diisukan melibatkan Epstein dan lingkaran elitnya.

Advertisements

Adrenochrome dalam Ilmu Medis

Dalam ranah ilmu medis, adrenochrome sejatinya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari oksidasi adrenalin atau epinephrine, hormon vital yang dilepaskan tubuh sebagai respons ‘fight or flight‘. Senyawa ini memiliki rumus molekul C9H9NO3 dan, secara legal, dapat disintesis di laboratorium. Menariknya, salah satu turunannya, carbazochrome, pernah dimanfaatkan sebagai obat hemostatic, berperan penting dalam membantu menghentikan pendarahan.

Pada era 1950-an, riset awal oleh Abram Hoffer dan Humphry Osmond sempat memunculkan hipotesis bahwa adrenochrome mungkin memiliki kaitan dengan gejala psychotomimetic dan skizofrenia. Namun, penelitian lanjutan, termasuk upaya pencegahan pembentukan adrenochrome dengan niacin atau vitamin C, gagal membuktikan klaim tersebut. Alhasil, studi ini tidak dilanjutkan karena tidak ada dasar ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa adrenochrome memiliki efek anti-aging, keabadian, apalagi manfaat halusinogen seperti yang banyak disalahpahami.

Advertisements

Adrenochrome Sering Dikaitkan dengan Teori Konspirasi

Terlepas dari fakta medisnya, istilah adrenochrome justru kian melambung di mata publik, terutama sejak film Fear and Loathing in Las Vegas dirilis pada tahun 1998. Film ini secara fiksi memperkenalkan adrenochrome sebagai zat psikedelik, memicu imajinasi banyak orang. Sejak saat itu, komunitas online underground, seperti yang banyak ditemukan di forum 4chan, mulai intens membahas adrenochrome dan menjalinnya dengan berbagai teori konspirasi, khususnya mengenai rahasia kekayaan dan ‘awet muda‘ para selebriti Hollywood.

Narasi yang beredar kian ekstrem: klaim bahwa elit politik dan Hollywood menjalankan jaringan perdagangan anak untuk “memanen” adrenochrome. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kemudaan dan vitalitas, sebuah tuduhan serius yang hingga kini sama sekali belum terbukti kebenarannya. Lebih jauh, kaitannya dengan teori konspirasi juga menjalar pada gerakan blood libel, sebuah tuduhan kuno yang mengklaim komunitas Yahudi menggunakan darah anak-anak non-Yahudi untuk ritual keagamaan mereka.

Pada tahun 2020, pembahasan seputar ‘adenokrom’ kembali memanas, dipicu oleh beberapa creator Barat yang mengaitkan perubahan wajah selebriti Hollywood dengan klaim “putus pasokan adrenochrome”, seolah-olah mereka mengalami efek samping dari ketiadaan zat mistis tersebut.

Epstein Files dan Dugaan Ritual Satanisme

Seiring dengan terungkapnya Epstein Files, sebagian masyarakat juga mulai mengaitkannya dengan ritual okultisme yang lebih dalam, bahkan merujuk pada tempat-tempat misterius seperti Bohemian Grove dan ritual mengerikan bernama Cremation of Care. Ritual-ritual ini diisukan melibatkan persembahan anak untuk agenda pemujaan setan, konon demi meraih kekuasaan dan “energi” tertentu.

Meskipun demikian, penting untuk digarisbawahi bahwa semua ini masih sebatas klaim dan dugaan, tanpa adanya penelusuran atau bukti konkret yang menghubungkan Jeffrey Epstein dengan ritual satanisme tersebut. Ironisnya, di tengah derasnya desas-desus ini, platform seperti Reddit pada tahun 2020 telah menutup komunitas online yang secara aktif membahas adrenochrome. Bersamaan dengan itu, beberapa platform ritel digital juga menghapus buku-buku yang mempromosikan klaim palsu seputar zat ini.

Para pakar sains telah berulang kali menegaskan bahwa adrenochrome sama sekali tidak memiliki efek peremajaan, dan tentu saja, tidak memerlukan “panen” dari tubuh manusia. Namun, di balik semua klarifikasi ilmiah dan upaya penegakan fakta, teori konspirasi ini tetap memegang popularitas yang kuat, terus-menerus dibahas seiring dengan setiap perkembangan baru dalam kasus Jeffrey Epstein yang belum usai.

Advertisements