
PT Pelita Air Service dengan bangga mengumumkan telah merampungkan reaktivasi operasional Bandara Pinang Kampai Dumai. Langkah strategis ini menandai kembalinya kesiapan infrastruktur bandara, termasuk landasan pacu sepanjang 1.800 meter, untuk melayani beragam kebutuhan penerbangan reguler dan charter. Fokus utama operasional ini akan tertuju pada peningkatan konektivitas rute domestik, membuka gerbang baru bagi mobilitas udara di wilayah tersebut.
Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menegaskan bahwa reaktivasi Bandara Pinang Kampai adalah perwujudan nyata dari komitmen kuat Perusahaan dalam memperkokoh ekosistem transportasi udara nasional. Keberhasilan proyek ini, menurut Dendy, tidak lepas dari adanya sinergi yang solid dan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan, menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan sektor penerbangan.
“Sinergi yang kami rajut bersama Pemerintah Kota Dumai, Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, dan BMKG merupakan elemen esensial dalam mewujudkan proyek reaktivasi Bandara Pinang Kampai ini. Kami dan seluruh pihak terkait memiliki visi dan komitmen yang sama untuk mengoptimalkan konektivitas udara nasional, khususnya di wilayah Sumatra yang strategis,” ungkap Dendy Kurniawan dalam siaran pers yang dirilis Minggu (15/2).
Lebih lanjut, Dendy menjelaskan bahwa kemitraan dengan Pemerintah Kota Dumai tidak hanya berorientasi pada pembukaan kembali, tetapi juga diarahkan pada keberlanjutan operasional bandara untuk jangka panjang. Pemerintah Kota Dumai telah menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif dalam memfasilitasi pengembangan rute-rute baru yang sangat potensial.
“Pemerintah Kota Dumai siap memfasilitasi pembukaan berbagai rute vital seperti Dumai–Padang, Dumai–Pekanbaru, Dumai–Medan, Dumai–Batam, Dumai–Jakarta, serta rute-rute strategis lainnya yang sangat dinantikan oleh maskapai yang berminat untuk beroperasi,” papar Dendy, menyoroti potensi besar bagi pengembangan jalur penerbangan baru dari dan menuju Dumai.
Dendy juga menambahkan, kesuksesan reaktivasi Bandara Pinang Kampai tak bisa dilepaskan dari dukungan penuh Kementerian Perhubungan, khususnya melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat Navigasi Penerbangan. Selain itu, AirNav Indonesia, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia layanan navigasi penerbangan, turut memainkan peran krusial dalam memastikan keselamatan dan kelancaran operasional.
“Bandara Pinang Kampai kini dapat beroperasi kembali secara resmi, didukung oleh Sertifikat Bandar Udara dan Sertifikat Pelayanan Navigasi dan Komunikasi Penerbangan. Kedua sertifikat vital ini diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia, dan sepenuhnya selaras dengan regulasi keselamatan penerbangan internasional, yakni Civil Aviation Safety Regulations (CASR),” jelas Dendy, menjamin aspek legalitas dan keamanan penerbangan.
Tak hanya itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung reaktivasi bandara ini. Peran BMKG sangat krusial dalam memastikan data cuaca yang akurat dan terkini, yang esensial untuk keselamatan penerbangan.
“BMKG turut serta dengan menyediakan dukungan teknis melalui instalasi perangkat barometer canggih di area bandara. Ini bertujuan untuk memastikan akurasi data meteorologi, sebuah faktor yang tak terpisahkan dalam menjamin standar keselamatan penerbangan yang tertinggi,” tegas Dendy, menyoroti pentingnya informasi cuaca yang presisi.
Sebagai informasi, Bandara Pinang Kampai Dumai adalah aset penting milik PT Pertamina (Persero). Dengan demikian, PT Pelita Air Service, yang merupakan anak usaha Pertamina dan memiliki lini bisnis manajemen bandara, berkomitmen penuh untuk mengelola Bandara Pinang Kampai secara optimal. Perusahaan akan terus berupaya agar pengembangan bandara ini senantiasa adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Dumai dan sekitarnya, memperkuat perannya sebagai simpul transportasi yang vital.