PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten jasa pertambangan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, telah merampungkan aksi strategis pembelian kembali saham atau buyback saham yang telah diumumkan sebelumnya. Langkah korporasi ini merupakan bagian integral dari upaya perseroan untuk menopang stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen DEWA secara resmi mengumumkan realisasi buyback saham sebanyak 1.638.793.874 lembar. Aksi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental yang solid dan prospek jangka panjang perseroan.
Pernyataan resmi manajemen, seperti dikutip pada Senin (16/2), menegaskan, “Dengan ini kami menyampaikan bahwa perseroan telah melaksanakan pembelian saham kembali seluruhnya 1.638.793.874 lembar saham atau sebesar 4,03% dari modal ditempatkan disetor.” Penegasan ini menggarisbawahi komitmen perseroan dalam menjaga nilai bagi pemegang saham.
Dengan rampungnya proses ini, DEWA kini secara sah memiliki saham treasuri sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun demikian, perseroan belum merinci secara detail rencana pemanfaatan saham hasil buyback tersebut, apakah akan dialokasikan untuk program insentif manajemen, dijual kembali pada waktu yang tepat, atau langkah korporasi strategis lainnya di masa mendatang.
Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, DEWA telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 950 miliar. Dari alokasi dana tersebut, sejumlah Rp 949.999.969.885 telah digunakan, menyisakan anggaran yang tidak terpakai sebesar Rp 30.115.
Proses pembelian kembali saham ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai sejak 10 Desember 2025 hingga 13 Februari 2026, dengan rincian sebagai berikut:
- 10 Desember 2025: 372.093.023 saham pada harga rata-rata Rp 430
- 6 Januari 2026: 418.604.651 saham pada harga rata-rata Rp 645
- 19 Januari 2026: 76.335.900 saham pada harga rata-rata Rp 655
- 22 Januari 2026: 176.000.000 saham pada harga rata-rata Rp 625
- 28 Januari 2026: 8.772.000 saham pada harga rata-rata Rp 570
- 29 Januari 2026: 20.576.100 saham pada harga rata-rata Rp 486
- 30 Januari 2026: 126.126.200 saham pada harga rata-rata Rp 555
- 11 Februari 2026: 230.400.000 saham pada harga rata-rata Rp 625
- 12 Februari 2026: 192.000.000 saham pada harga rata-rata Rp 625
- 13 Februari 2026: 17.886.000 saham pada harga rata-rata Rp 615
Secara total, akumulasi saham yang berhasil dibeli kembali mencapai 1.638.793.874 lembar. Dengan tuntasnya program buyback ini, DEWA kini menguasai saham treasuri yang mewakili 4,03% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Sebagai salah satu kontraktor jasa pertambangan terkemuka, kinerja DEWA sangat dipengaruhi oleh tingkat aktivitas produksi dan belanja modal perusahaan-perusahaan tambang, khususnya di sektor batu bara dan mineral. Rampungnya aksi buyback saham ini menjadi salah satu sinyal kuat dari manajemen DEWA dalam menjaga dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham di tengah ketidakpastian dan dinamika pasar.