
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (20/2) dengan performa impresif, dibuka melaju positif di zona hijau. Bursa saham acuan Indonesia ini berhasil naik 30,45 poin atau setara 0,37 persen, mencapai level 8.304. Senada dengan pergerakan IHSG, Indeks LQ45 turut menghijau, mencatatkan kenaikan 2,79 poin (0,34 persen) ke posisi 837.
Penguatan signifikan pada IHSG ini tak lepas dari sentimen positif pasar menyusul penandatanganan kesepakatan dagang penting antara Indonesia dan Amerika Serikat. Perjanjian bersejarah tersebut diteken oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2) waktu AS. Kesepakatan ini mencakup penetapan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk sejumlah produk Indonesia yang masuk ke pasar AS, serta tarif 0 persen bagi beberapa komoditas dari AS yang diimpor ke Tanah Air.
Sentimen positif yang kuat ini tak hanya mendorong IHSG di pasar domestik, tetapi juga menjadikannya salah satu indeks yang tampil perkasa di Asia. Sementara itu, bursa-bursa utama di kawasan lain justru terpantau melemah, seperti yang terlihat pada Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong.
Namun, kondisi berbeda terpantau di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah hari ini menunjukkan upaya bangkit meskipun tekanan masih menyelimutinya. Berdasarkan data Bloomberg yang dihimpun pada pukul 09:00 WIB, mata uang Garuda kehilangan 10 poin atau melemah 0,06 persen, sehingga berada di level Rp 16.894 per Dolar AS.

Berikut adalah gambaran kondisi bursa saham utama Asia pada pagi ini:
-
Indeks Nikkei 225 di Jepang terpantau turun 768,10 poin (1,34 persen) menjadi 56.699.
-
Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 242,69 poin (0,91 persen) ke level 26.463.
-
Data Indeks SSE Composite di China pagi ini tidak tersedia.
-
Indeks Straits Times di Singapura terkoreksi 3,43 poin (0,07 persen) menjadi 4.998.