Pabrik diresmikan Prabowo, saham VKTR melaju hijau

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) menunjukkan performa impresif dengan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, Kamis (9/4/2026). Kenaikan harga saham ini seiring dengan momen penting peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTR yang dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peristiwa ini menandai babak baru bagi perusahaan dan industri transportasi nasional.

Advertisements

Data dari RTI menunjukkan bahwa saham VKTR berhasil menguat sebesar 4,42% atau naik 40 poin, ditutup pada level Rp945 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Sepanjang sesi perdagangan, saham VKTR sempat menyentuh harga tertinggi di Rp955 per lembar dan mencatat harga terendah di Rp925 per lembar, mengindikasikan dinamika pasar yang positif.

Volume transaksi saham VKTR juga cukup substansial, dengan 1,56 juta saham berpindah tangan dan total nilai transaksi mencapai Rp146,35 miliar, melalui 12.530 kali frekuensi transaksi. Meskipun rasio Price to Earnings Ratio (PER) VKTR tercatat -3.636 kali, rasio Price to Book Value Ratio (PBVR) berada di angka 39,91 kali. Angka-angka ini berkontribusi pada kapitalisasi pasar perseroan yang kini mencapai Rp41,34 triliun, menempatkannya sebagai pemain penting di bursa.

Peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) oleh Presiden Prabowo Subianto di Magelang pada hari ini, Kamis (9/4/2026), menjadi sorotan utama. Momen bersejarah ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah tonggak penting yang menandai komitmen Indonesia dalam mengakselerasi transformasi industri transportasi nasional menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.

Advertisements

Dalam sambutannya yang penuh makna, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyatakan, “Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada siang hari ini Kamis 9 April 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik VKTR.” Pernyataan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Pabrik yang baru diresmikan ini memiliki keunggulan sebagai fasilitas perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked-Down (CKD) pertama di Indonesia yang khusus menyasar segmen kendaraan komersial. Fasilitas modern ini direncanakan untuk memproduksi bus listrik berukuran 12 meter dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%, menunjukkan komitmen VKTR dalam mendukung industri lokal dan mengurangi ketergantungan impor.

VKTR sendiri bukanlah nama baru, melainkan sebuah entitas yang telah mengalami transformasi signifikan. Berawal dari PT Bakrie Steel Industries yang berdiri pada tahun 2007, perusahaan ini kini secara tegas mengalihkan fokusnya pada elektrifikasi mobilitas, puncaknya dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2023. Perjalanan strategis ini sepenuhnya sejalan dengan agenda pemerintah dalam menggalakkan transisi energi, beralih dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT), terutama di sektor transportasi yang dikenal sebagai salah satu kontributor emisi karbon terbesar.

Dalam visi pengembangannya, VKTR tidak berhenti pada produksi bus listrik saja. Portofolio produknya mencakup berbagai jenis kendaraan komersial listrik lainnya, mulai dari truk listrik, dump truck, hingga kendaraan pengangkut sampah berbasis listrik. Guna memperkuat ekosistem mobilitas listrik, VKTR juga aktif menjalin kerja sama strategis dengan berbagai instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain kunci di industri ini.

Sepanjang periode operasionalnya, VKTR telah menorehkan serangkaian capaian impresif. Perusahaan ini berhasil mengirimkan lebih dari 100 unit kendaraan listrik, mencatat total jarak tempuh operasional melebihi 11,5 juta kilometer, serta menghasilkan penghematan bahan bakar lebih dari 4,1 juta liter. Dampak positifnya tidak hanya terasa pada efisiensi biaya, tetapi juga pada lingkungan, dengan klaim penurunan emisi karbon mencapai lebih dari 11.000 ton CO2 berkat penggunaan armada kendaraan listrik ini.

Dari perspektif efisiensi operasional, adopsi armada listrik VKTR telah berkontribusi pada penghematan biaya operasional yang substansial, mencapai lebih dari Rp27,8 miliar. Keandalan tinggi menjadi nilai tambah, terbukti dengan minimnya kerusakan besar yang dilaporkan selama periode operasional, menunjukkan kualitas dan durabilitas produk kendaraan listrik VKTR.

Disclaimer: Berita ini disajikan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.

Advertisements