
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan sesi pertama hari Selasa (28/4) dengan koreksi tipis sebesar 0,15% ke level 7.095. Tekanan jual di pasar terpantau cukup terasa, di mana 340 saham mengalami penurunan, sementara 312 saham berhasil menguat dan 161 saham lainnya stagnan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas pasar siang ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,59 triliun. Volume perdagangan mencapai 17,17 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,26 juta kali. Dengan pergerakan tersebut, kapitalisasi pasar IHSG pada sesi pertama hari ini berada di angka Rp 12.709 triliun.
Di tengah lesunya pergerakan indeks, perhatian investor tertuju pada aksi transaksi crossing atau transaksi tutup sendiri pada saham perbankan berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Hari ini, BBCA mencatatkan crossing di harga Rp 5.980 dengan nilai transaksi mencapai Rp 254,77 miliar. Sebelumnya, pada Senin (27/4), saham ini juga mencatatkan crossing sebesar Rp 423,74 miliar di harga Rp 7.864. Secara kumulatif, nilai crossing BBCA mencapai Rp 678,51 miliar. Meski demikian, harga saham BBCA ditutup menguat 0,42% ke level Rp 6.000 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 739,65 triliun.
Baca juga:
- Lonjakan Harga Emas Bikin Moncer Performa Antam (ANTM) pada Kuartal I 2026
- Jurus Kemenkeu Jaga Defisit APBN: Evaluasi Mingguan hingga Kendali Belanja
- Mengenal Lebih Jauh ETF Emas yang Bakal Meluncur di BEI Mei 2026
Secara sektoral, tekanan di pasar modal Indonesia terlihat cukup luas. Dari sebelas sektor yang tercatat di BEI, sembilan di antaranya harus berakhir di zona merah. Sektor barang konsumen nonsiklikal menjadi pemberat utama dengan pelemahan sebesar 1,19%. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turut menyumbang penurunan pada sektor ini setelah harga sahamnya terkoreksi 1,32% ke posisi Rp 1.500.
Sentimen negatif ini tidak hanya terjadi di bursa domestik, tetapi juga merambat ke bursa regional Asia. Mayoritas indeks utama di Asia terpantau melemah, dengan Indeks Hang Seng turun 0,98%, Shanghai Composite terkoreksi 0,30%, dan Nikkei tergelincir 1,18%. Berbeda arah, indeks Straits Times justru mampu mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,18%.
Di tengah fluktuasi pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan performa gemilang dan menjadi top gainers, yaitu:
- PT PP Presisi Tbk (PPRE) melonjak 25,42% ke level Rp 148.
- PT Indospring Tbk (INDS) naik 12,37% ke level Rp 418.
- PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 7,08% ke level Rp 5.675.
Sebaliknya, tekanan jual yang cukup kuat menempatkan saham-saham berikut ke dalam jajaran top losers:
- PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turun 8,60% ke level Rp 1.700.
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melemah 4,57% ke level Rp 3.760.
- PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terkoreksi 4,15% ke level Rp 925.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama hari Selasa melemah tipis 0,15% ke level 7.095 di tengah tekanan jual yang melanda mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia. Sektor barang konsumen nonsiklikal menjadi pemberat utama, sementara kondisi bursa Asia lainnya secara umum juga mencatatkan kinerja negatif.
Di balik pelemahan indeks, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan setelah mencatatkan transaksi crossing jumbo dengan total nilai Rp 678,51 miliar selama dua hari berturut-turut. Meskipun pasar tengah lesu, harga saham BBCA terpantau tetap menguat 0,42% ke level Rp 6.000 pada penutupan sesi pertama.