IPA Convex 2026 Cetak Komitmen Investasi Energi Senilai US$30 Miliar Lebih

Penyelenggaraan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung pada 20-22 Mei 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, sukses mencatatkan capaian strategis bagi industri energi nasional. Ajang tahunan ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah, investor, dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi di sektor hulu migas.

Advertisements

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Kathy Wu, menegaskan bahwa IPA Convex 2026 bukan sekadar pameran industri, melainkan ruang lahirnya komitmen konkret. Menurutnya, optimisme industri kini kian meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah yang membuka peluang investasi baru yang lebih luas di sektor energi.

Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang ini mencatatkan deretan capaian impresif, di antaranya penandatanganan delapan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC), 16 perjanjian komersial dengan potensi nilai melampaui US$30 miliar, serta lima kesepakatan pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Selain itu, terdapat pula tiga kerja sama government-to-government (G2G) yang mempererat kolaborasi energi internasional.

Kathy menekankan pentingnya sinergi untuk menghadapi tantangan global yang kian kompleks. “Kita harus bekerja bersama untuk menghadirkan energi yang aman, andal, dan terjangkau bagi Indonesia. Kami mengapresiasi dukungan semua pihak yang menjadikan IPA Convex 2026 sebagai barometer perkembangan industri migas nasional,” ujarnya, Sabtu (26/5).

Advertisements

Sorotan utama tahun ini tertuju pada rencana pemerintah untuk menawarkan 118 blok migas baru kepada investor. Langkah strategis yang diumumkan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, serta Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, tersebut dinilai sebagai sinyal positif yang sangat dinantikan oleh para pelaku industri.

Dari sisi skala, IPA Convex 2026 mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun 2025. Jumlah perusahaan peserta meningkat menjadi 233 entitas, sementara delegasi yang hadir mencapai 3.326 orang dari 20 negara berbeda. Antusiasme publik pun melonjak dengan total 37.323 pengunjung. Selain itu, partisipasi aktif dari 2.550 mahasiswa menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap masa depan industri energi nasional.

Di luar agenda bisnis, penyelenggaraan acara ini juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kawasan BSD City. Aktivitas ribuan delegasi internasional turut menggeliatkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal. Hal ini semakin memperkukuh posisi BSD City sebagai destinasi unggulan untuk business tourism dan MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) di Indonesia.

Sebagai lokasi utama, ICE BSD kembali membuktikan kapasitasnya sebagai venue berstandar internasional. Dengan area pameran seluas 20 ribu meter persegi bruto, fasilitas yang terintegrasi ini mampu menampung kompleksitas kebutuhan mulai dari pameran, konferensi, hingga sesi business matching yang strategis.

Keberhasilan IPA Convex 2026 tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi energi di Asia Tenggara, tetapi juga mengukuhkan ICE BSD sebagai panggung utama dalam mendukung penyelenggaraan berbagai agenda berskala global yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ringkasan

IPA Convex 2026 sukses mencatatkan capaian strategis dengan total komitmen investasi sektor energi yang melampaui US$30 miliar. Ajang ini berhasil menghasilkan delapan Kontrak Bagi Hasil (PSC), 16 perjanjian komersial, serta lima kesepakatan pengembangan teknologi CCS dan CCUS. Selain itu, pemerintah turut mengumumkan rencana penawaran 118 blok migas baru untuk menarik minat investor internasional.

Acara yang berlangsung di ICE BSD City ini mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan partisipasi 233 perusahaan dan ribuan delegasi dari 20 negara. Selain memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal, kegiatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi energi di Asia Tenggara. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam ajang ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan energi yang aman dan terjangkau bagi Indonesia.

Advertisements