Demo 28 Agustus: IHSG Ambles, Rupiah Tertekan ke Rp 16.354/USD

Babaumma – Pasar saham Indonesia ditutup merah pada perdagangan Jumat (29/8), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 155,3 poin (1,95%) ke level 7.796 pada pukul 10.11 WIB. Volume transaksi mencapai 24,158 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,757 triliun, dan frekuensi transaksi sebanyak 1.089.658 kali.

Pada pembukaan perdagangan, sebanyak 102 saham menguat, 618 saham melemah, dan 76 saham stagnan. Secara simultan, nilai tukar rupiah melemah 1 poin (0,01%) menjadi Rp 16.354 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 16.353.

Pelemahan IHSG dan rupiah ini, menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, merupakan dampak gabungan faktor domestik dan internasional. Secara domestik, demonstrasi besar-besaran pada Kamis (28/8) yang diwarnai insiden penabrakan seorang pengemudi ojek online oleh oknum Brimob, menjadi pemicu utama. “Kejadian ini memanaskan suasana, baik di kalangan masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan juga meningkatkan tensi politik,” jelas Ibrahim.

Situasi diperparah oleh rencana pemerintah memberikan tunjangan perumahan kepada DPR dan kasus korupsi yang melibatkan mantan aktivis 1998 yang kini menjabat sebagai pejabat negara. “Ketidakpercayaan publik terhadap kondisi perpolitikan Indonesia turut berpengaruh terhadap pelemahan rupiah yang cukup signifikan,” tambahnya.

Sementara itu, sentimen negatif dari luar negeri dipengaruhi oleh intervensi Presiden AS Donald Trump terhadap Bank Sentral Amerika Serikat, termasuk pemecatan Tina Chok. Kondisi ini mendorong pasar AS mencari aset aman (safe haven), sementara pernyataan Christopher Waller, pejabat Gubernur Bank Sentral Amerika, yang mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan September mendatang, juga turut memengaruhi pasar.

“Bahkan, survei menunjukkan 82 persen ekonom setuju dengan penurunan suku bunga pada bulan September,” pungkas Ibrahim.

Polisi Sempat Disandera Massa, Saat Kericuhan Meluas ke Otista Jakarta Efek Driver Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob

Ringkasan

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,95% ke level 7.796 dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi Rp 16.354 per dolar AS pada 29 Agustus 2023, dipengaruhi oleh demonstrasi besar-besaran pada 28 Agustus. Insiden penabrakan seorang pengemudi ojek online oleh oknum Brimob, rencana tunjangan perumahan DPR, dan kasus korupsi pejabat negara turut meningkatkan tensi politik dan ketidakpercayaan publik.

Selain faktor domestik, sentimen negatif internasional juga berperan. Intervensi Presiden AS terhadap Bank Sentral AS dan pernyataan pejabat Gubernur Bank Sentral AS yang mendukung penurunan suku bunga pada September, mendorong pasar AS mencari aset aman, sehingga berdampak pada pasar Indonesia.

Tinggalkan komentar