Babaumma – JAKARTA — Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak lima kali sejak September 2024. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Penurunan pertama sebesar 25 basis poin (bps) dilakukan pada Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) September 2024, memangkas BI Rate dari 6,25% menjadi 6%. Empat penurunan selanjutnya masing-masing sebesar 25 bps terjadi pada Januari 2025 (menjadi 5,75%), Mei 2025 (5,50%), Juli 2025 (5,25%), dan terakhir pada Agustus 2025 (5%). Hal ini disampaikan Gubernur BI dalam rapat virtual bersama DPD RI pada Selasa, 2 September 2025.
Gubernur BI menjelaskan, “Suku bunga kami sudah turunkan lima kali sejak September tahun lalu sebesar 1,25%, dari 6,25% menjadi 5%. Sekarang ini merupakan level terendah sejak tahun 2022.” Penurunan BI Rate ini beriringan dengan penurunan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun, yang kini mencapai 6,3%. Sebagai perbandingan, yield SBN 10 tahun pernah mencapai puncaknya di 7,26% pada Januari 2025. Gubernur BI menambahkan, “Sehingga dengan penurunan suku bunga BI Rate ini, beban fiskalnya juga akan menurun.”
Imbas Sentimen Demo, Bos BI Bakal Kerja Keras Dorong Rupiah Balik ke Rp16.300
Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,4% 2026, BI Ramal Hanya 5,3%
Gubernur BI menegaskan bahwa BI secara penuh mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo melalui bauran kebijakan yang komprehensif. Bauran kebijakan ini mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau. Ia menekankan, “Kami all out untuk mendukung Asta Cita dan menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, bersinergi erat dengan pemerintah. Bank Indonesia, sebagai bagian dari NKRI, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan tetap menjaga inflasi rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah.”
Ringkasan
Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak lima kali sejak September 2024, dari 6,25% menjadi 5%, sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan program Presiden Prabowo Subianto. Penurunan tersebut dilakukan secara bertahap, masing-masing 25 basis poin, dan berdampak pada penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) serta beban fiskal pemerintah.
BI menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo melalui bauran kebijakan komprehensif, meliputi kebijakan moneter, makroprudensial, dan digitalisasi. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menjaga inflasi rendah, dan stabilitas nilai tukar rupiah. BI menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mencapai tujuan tersebut.