Harga Emas Naik: Untung Besar Freeport, Bagaimana Nasib Investor?

Harga emas dunia terus meningkat akibat lonjakan permintaan pasar. Komoditas mineral yang satu ini memang digunakan sebagai aset safe-haven bagi masyarakat di tengah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Advertisements

Harga emas spot naik 0,7% menjadi U$ 4.235,41 per ons pada perdagangan Kamis (16/10). Sementara pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 1,2% menjadi US$ 4.252,30 per ons.

“Kenaikan harga komoditas tentu menjadi faktor positif bagi kinerja perusahaan,” kata Katri Krisnati VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Katadata, Kamis (16/10).

PTFI menargetkan bisa memproduksi emas sebanyak 50 ton per tahun. Meski berdampak baik, Katri menyebut perusahaan saat ini masih berfokus untuk proses perbaikan dan pemulihan infrastruktur pasca longsor yang terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, pada 8 September lalu.

Advertisements

Baca juga:

  • Danantara Ungkap Potensi Koreksi Nilai Dividen BUMN Tahun Buku 2025, Mengapa?
  • Danantara Rampungkan Evaluasi Pelunasan Utang Whoosh, Siapkan Tiga Skema
  • Prabowo Panggil Menteri ke Kertanegara, Bahas Sektor Pertanian hingga SDM

“Peninjauan terhadap target produksi akan dilakukan berdasarkan perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Menguntungkan Industri

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan, Bisman Bakhtiar mengatakan, kondisi ini menjadi ladang keuntungan bagi industri pertambangan emas.

“Ini juga akan meningkatkan eksplorasi dan investasi pertambangan emas, selain itu juga akan meningkatkan penerimaan negara berupa PNBP dari perdagangan dan ekspor emas,” kata Bisman kepada Katadata, Rabu (15/10).

Berdasarkan catatan Reuters, harga emas telah naik lebih dari 60% tahun ini. Kondisi tersebut didorong oleh berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, ekspektasi pemotongan suku bunga, pembelian oleh bank sentral, de-dolarisasi, hingga aliran dana yang kuat ke ETF.

“Jika dimanfaatkan dengan baik, (kenaikan harga) ini juga akan mendorong hilirisasi pertambangan emas,” ujarnya.

Emas dianggap sebagai pelindung nilai tradisional saat terjadi kondisi ketidakpastian dan inflasi. Mineral ini juga bisa dikembangkan dalam lingkungan yang memiliki suku bunga rendah sebab tergolong aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Advertisements