Babaumma – JAKARTA — IHSG menutup perdagangan Senin (8/9/2025) dengan penurunan 1,28%, mengakhiri sesi di level 7.766,85. Penurunan ini terjadi setelah pengumuman reshuffle Kabinet Merah Putih, yang memicu kekhawatiran di pasar. Padahal, IHSG sempat menguat 0,6% di awal perdagangan, mencapai level 7.913 dengan volume transaksi Rp8,8 triliun.
Pergantian sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan, menjadi katalis utama pelemahan IHSG. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG gagal mempertahankan posisinya di atas MA20 (Moving Average 20 periode) sekitar level 7.842. Indikator MACD menunjukkan pelebaran negative slope, sementara Stochastic RSI berpotensi membentuk Death Cross di area pivot 7.800. Kondisi ini mengindikasikan potensi koreksi berlanjut pada perdagangan Selasa (9/9/2025).
Valdy memprediksi IHSG akan menguji support di kisaran 7.630 hingga 7.650, dengan resistance di level 7.850 dan pivot di 7.800. Ia menambahkan, “Investor akan mencermati kebijakan yang akan diterapkan oleh para pejabat baru, apakah sesuai dengan harapan pasar dan berdampak positif terhadap perekonomian.” Beberapa saham yang menekan IHSG, antara lain BBCA, PANI, dan DCII, turut menjadi sorotan.
Presiden Prabowo Subianto melantik empat menteri dan satu wakil menteri baru berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/P Tahun 2025. Perombakan kabinet ini meliputi penggantian Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Budi Gunawan), Menteri Pemuda dan Olahraga (Ario Bimo Nandito Ariotedjo), dan Menteri Keuangan (Sri Mulyani yang digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa). Jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran diisi Mukhtaruddin, Menteri Koperasi oleh Ferry Joko Juliantono, dan posisi Menteri Haji dan Umrah yang baru dijabat Mochammad Irfan Yusuf, dibantu Dahnil Anzar sebagai Wakil Menteri.
Meskipun demikian, beberapa sentimen positif masih ada. Penjualan sepeda motor pada Agustus 2025 misalnya, tumbuh 0,7% (YoY), membaik dari penurunan 2% YoY pada bulan sebelumnya. Valdy mencatat, “Kenaikan tahunan ini merupakan yang pertama dalam empat bulan terakhir, seiring dengan penurunan BI Rate.” Sementara itu, cadangan devisa Indonesia tercatat US$150,7 miliar pada Agustus 2025, turun dari US$152 miliar pada Juli 2025, namun masih cukup untuk membiayai impor dan pembayaran utang selama 6,3 bulan.
Phintraco merekomendasikan beberapa saham dengan potensi rebound terbatas di tengah sentimen reshuffle, diantaranya PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
IHSG mengalami penurunan 1,28% pada Senin (8/9/2025), ditutup di level 7.766,85, setelah pengumuman perombakan kabinet. Pergantian beberapa menteri, termasuk Menteri Keuangan, memicu kekhawatiran investor. Secara teknikal, IHSG gagal mempertahankan posisinya di atas MA20 dan indikator menunjukkan potensi koreksi berlanjut. Analis memprediksi IHSG akan menguji support di kisaran 7.630 hingga 7.650.
Perombakan kabinet meliputi penggantian Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Keuangan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Koperasi, dan Menteri Haji dan Umrah. Meskipun ada sentimen positif seperti pertumbuhan penjualan sepeda motor dan cadangan devisa yang masih cukup, kebijakan menteri baru menjadi fokus perhatian investor. Beberapa saham direkomendasikan sebagai potensi rebound terbatas.