Pemeriksaan Kedua Bos HYBE: Dugaan Manipulasi Saham

Babaumma – Bang Si Hyuk, CEO agensi K-Pop raksasa HYBE, kembali menjalani pemeriksaan polisi pada Senin (22/9). Ini merupakan pemeriksaan kedua kalinya bagi Bang Si Hyuk terkait tuduhan penggelapan dana sekitar 190 miliar won (sekitar Rp2,2 triliun) dalam proses pencatatan perusahaan di bursa efek.

Advertisements

Pemeriksaan yang berlangsung selama 12 jam 30 menit ini dilakukan di kantor Kepolisian Metropolitan Seoul di Seoul Barat. Bang Si Hyuk diperiksa sebagai tersangka atas potensi pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal, melanjutkan pemeriksaan pertamanya yang dilakukan pada Senin sebelumnya. Sekitar pukul 22.30, ia meninggalkan gedung dengan pengawalan ketat, tanpa berkomentar kepada awak media yang menunggu.

Pencipta kesuksesan grup idola global BTS dan TXT ini diduga menipu investor pada tahun 2019. Menurut Korea Times, Bang Si Hyuk mengklaim tidak memiliki rencana initial public offering (IPO) untuk HYBE, kemudian membujuk investor untuk menjual saham mereka kepada special purpose company (SPC) yang berafiliasi dengan dana ekuitas swasta yang terkait dengannya.

Namun, polisi menduga HYBE telah merencanakan IPO pada saat itu. Mereka menduga Bang Si Hyuk meraup keuntungan Rp2,2 triliun ketika SPC tersebut menjual saham HYBE setelah IPO berlangsung. Penyelidikan kasus ini telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Pihak berwenang telah menggeledah Bursa Korea pada bulan Juni dan kantor pusat HYBE pada bulan berikutnya untuk mengumpulkan dokumen terkait pencatatan perusahaan sebelum IPO.

Advertisements

Dua Lipa Pecat Agennya yang Melarang Musisi Pro-Palestina Tampil di Festival Glastonbury

Ringkasan

CEO HYBE, Bang Si Hyuk, menjalani pemeriksaan kedua terkait dugaan manipulasi saham senilai sekitar Rp2,2 triliun. Pemeriksaan selama 12,5 jam di kantor Kepolisian Metropolitan Seoul ini berfokus pada potensi pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal. Ia diduga menipu investor dengan mengklaim tidak ada rencana IPO, lalu membeli saham mereka melalui perusahaan afiliasi sebelum kemudian melakukan IPO dan meraup keuntungan besar.

Polisi menduga HYBE telah merencanakan IPO sejak awal, sehingga tindakan Bang Si Hyuk dianggap sebagai penipuan. Penyelidikan telah berlangsung sejak akhir tahun lalu, termasuk penggeledahan Bursa Korea dan kantor pusat HYBE untuk mengumpulkan bukti. Bang Si Hyuk meninggalkan gedung tanpa memberikan komentar setelah pemeriksaan.

Advertisements