Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, baru-baru ini menegaskan komitmen kuat pemerintahnya untuk mendukung serta bekerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam ranah kegiatan kemanusiaan dan manajemen krisis. Pernyataan penting ini muncul sebagai respons atas pertanyaan mengenai potensi pengiriman bantuan kemanusiaan dari UEA untuk wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurut Dubes Abdulla, pemerintah UEA telah menyatakan kesiapannya untuk segera mengirimkan bantuan darurat bagi para korban yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor di Sumatra. Namun, pengiriman bantuan tersebut bergantung pada persetujuan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia. “Kami akan selalu mendukung permintaan Indonesia, asalkan mereka menyatakan ‘ya, Indonesia terbuka untuk upaya internasional’, kami akan menjadi yang pertama menanggapi,” ujar Dubes Al Dhaheri di Jakarta, sebagaimana dikutip Minggu (7/12).
Lebih lanjut, Dubes UEA ini menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima panggilan telepon dari kabinet yang mengarahkan untuk berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terkait mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan. UEA sepenuhnya memahami bahwa hingga saat ini, Indonesia belum menetapkan status darurat nasional. Dengan jalinan hubungan yang baik dengan pemerintah provinsi-provinsi terdampak, Abdulla menambahkan bahwa pihak UEA juga akan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah setempat mengenai bantuan yang akan disalurkan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri RI Sugiono sebelumnya telah menyampaikan sikap Indonesia bahwa negara ini masih mampu melakukan penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra secara mandiri. Oleh karena itu, bantuan dari negara-negara sahabat, meskipun sangat dihargai, belum dianggap sebagai kebutuhan mendesak. Sugiono tetap menyampaikan ucapan terima kasih atas setiap tawaran bantuan yang datang, seraya menyatakan bahwa tawaran tersebut merupakan cerminan nyata dari kepedulian dunia internasional terhadap situasi yang dihadapi Indonesia.
Penegasan mengenai kemandirian Indonesia juga datang dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pada Rabu (3/12), beliau menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki kapasitas untuk mengatasi bencana di Sumatra dan memiliki stok pangan yang memadai untuk para korban. Sementara itu, data terbaru dari BNPB hingga Jumat malam menunjukkan skala dampak bencana ini sangat memprihatinkan, dengan total 916 jiwa meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak pekan lalu, serta lebih dari 770 ribu warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.