11.11 Lazada: Transaksi LazMall Meledak, Naik 23 Kali Lipat!

Pada pesta diskon 11.11 yang fenomenal, LazMall Lazada berhasil mencatat lonjakan penjualan yang luar biasa, mencapai 23 kali lipat dibandingkan hari biasa. Angka fantastis ini mengindikasikan adanya pergeseran signifikan dalam tren konsumen, di mana semakin banyak pembeli memilih untuk berbelanja produk berkualitas di kanal mall daring.

Advertisements

Fenomena ini terlihat jelas dari performa beberapa kategori produk. Sektor Sepatu dan Pakaian Olahraga memimpin dengan pertumbuhan penjualan yang mengejutkan, melonjak hingga 114 kali lipat. Tak kalah impresif, kategori Media, Buku, dan Musik juga mengalami peningkatan pesat, menembus angka 38 kali lipat.

Selain itu, deretan kategori lain turut membukukan kenaikan signifikan yang menegaskan dominasi tren belanja di LazMall:

  • Ibu dan Anak: meningkat 26 kali lipat
  • Kecantikan: melonjak 26 kali lipat
  • Pencahayaan dan Dekorasi Rumah: naik 23 kali lipat
  • Elektronik: bertumbuh 21 kali lipat
  • Kebutuhan Rumah Tangga: menunjukkan kenaikan 20 kali lipat

Nanang Ariswibowo, Commercial Director Lazada Indonesia, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan cerminan dari evolusi pola dan tren belanja konsumen. Ia mengamati bahwa saat ini, para pembeli semakin selektif, menaruh perhatian besar pada keaslian produk, kualitas, serta reputasi nama brand sebelum memutuskan pembelian.

Advertisements

“Masyarakat Indonesia sekarang cenderung lebih berhati-hati dan memiliki perencanaan yang matang dalam setiap keputusan belanjanya,” ujar Nanang saat acara Media Briefing Lazada yang diselenggarakan di Jakarta Selatan pada Kamis (27/11). Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran preferensi menuju belanja online yang lebih terukur dan terarah.

Senada dengan pandangan tersebut, riset dari Cube Asia 2025 memvalidasi tren ini dengan proyeksi pertumbuhan yang impresif. Pada tahun 2020, nilai pasar pembelian produk brand melalui ekosistem mall online mencapai US$5 miliar, dengan kontribusi e-commerce sebesar 12%. Proyeksi untuk tahun 2025 menunjukkan lonjakan drastis hingga US$40 miliar, di mana porsi e-commerce diperkirakan akan mencapai 30%.

Lebih lanjut, Cube Asia memprediksi nilai pasar akan meroket hampir empat kali lipat menjadi US$150 miliar pada 2030, dengan e-commerce diproyeksikan menguasai lebih dari 55% pembelian produk brand. “Inilah yang menjadi alasan utama mengapa Lazada sangat serius dalam mengembangkan dan berfokus pada brand serta mall yang terintegrasi di platform kami,” tegas Nanang, menyoroti strategi jangka panjang perusahaan.

Sebagai bukti nyata dari efektivitas strategi ini, Gramedia mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat setelah bergabung dengan LazMall Lazada. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, pemasukan mereka melesat hingga 361%, menunjukkan potensi luar biasa bagi brand-brand yang memanfaatkan kanal ini.

Yosef Adityo, Corporate Support Director Gramedia, menekankan bahwa pencapaian gemilang ini bukanlah hasil instan. “Ini merupakan buah dari persiapan panjang dan matang, terutama dalam aspek teknologi dan kurasi koleksi buku yang berkualitas,” jelasnya. Yosef menambahkan, “Konsumen saat ini memang lebih condong untuk belanja online, meskipun opsi untuk melihat fisik buku tetap tersedia. Fokus utama kami adalah memastikan koleksi buku yang beragam dan relevan selalu siap memenuhi permintaan.” Pernyataan ini semakin memperkuat pentingnya adaptasi digital dan strategi yang berpusat pada kebutuhan konsumen modern dalam ekosistem e-commerce yang terus berkembang.

Ringkasan

Pada pesta diskon 11.11, LazMall Lazada mengalami lonjakan transaksi hingga 23 kali lipat dibandingkan hari biasa. Kategori Sepatu dan Pakaian Olahraga memimpin pertumbuhan dengan peningkatan 114 kali lipat, diikuti oleh Media, Buku, dan Musik yang naik 38 kali lipat. Lonjakan ini menunjukkan pergeseran tren konsumen yang semakin memilih berbelanja produk berkualitas di kanal mall daring.

Menurut Commercial Director Lazada Indonesia, Nanang Ariswibowo, lonjakan ini mencerminkan evolusi tren belanja konsumen yang kini lebih selektif dan memperhatikan keaslian produk serta reputasi brand. Riset dari Cube Asia memprediksi pertumbuhan pasar produk brand melalui ekosistem mall online akan mencapai US$40 miliar pada tahun 2025, dan US$150 miliar pada tahun 2030, dimana e-commerce akan menguasai lebih dari 55% pembelian produk brand.

Advertisements