Jenis - Jenis Kelinci Hias dan Pedaging

Jenis – Jenis Kelinci Hias dan Pedaging

Jenis Kelinci Kamu pasti tau kan binatang yang satu ini, Kelinci adalah binatang atau hewan yang lucu dan imut yang banyak disukai orang. Tapi tahukah kamu, di seluruh dunia ada banyak jenis – jenis kelinci yang mungkin kamu belum pernah melihatnya.

Kelinci juga memiiki nilai ekonomi yang tinggi, baik itu jenis kelinci hias ataupun kelinci pedaging. Tak heran banyak yang menjadikan kelinci sebagai hewan ternak.

Kelinci hias biasanya juga dipelihara untuk dijadikan salah satu hobi oleh para pecinta hewan. Selain warna bulu kelinci yang bagus kelinci juga memiliki tingkah lucu yang menggemaskan. Perawatan kelinci juga sangat mudah.

Kelinci masuk kedalam golongan hewan yang jinak, sehingga aman untuk dijadikan teman bermain anak – anak. Karena kelinci adalah hewan herbivora atau pemakan tumbuhan, makananya juga sangat mudah didapatkan.

Biasanya makanan kelinci adalah rumput, wortel, sayuran, atau jenis tumbuhan dan sayur lainya yang biasa kita temukan. Agar kelinci memiliki bentuk dan bulu yang bagus, maka perlu dilakukan perlakuan dan perawatan yang benar.

Karena setiap jenis kelinci memiliki habitatnya masing – masing dan tidak sama satu dan yang lain, maka kamu juga perlu tahu jenis -jenis kelinci agar tidak salah dalam merawatnya.

Jenis – Jenis Kelinci

Ada berbagai jenis kelinci yang ada di dunia, baik kelinci pedaging ataupun kelinci hias yang biasanya memiliki harga yang mahal. Jika kamu ingin memilihara atau berternak kelinci, simak artikel ini hingga tuntas.

Jenis Kelinci Alaskan

Jenis Kelinci Alaskan
gambar : Pinterest

Kelinci Alaskan adalah salah satu jenis kelinci dengan usia rata – rata 7 sampai 8 tahun. Kelinci Alaskan termasuk kedalam jenis kelinci hias karena bentuk dan bulunya yang bagus. Alaskan juga sangat jinak dan ramah.

Memiliki berat rata – rata antara 3 – 4 kg, Kelinci Alaskan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan kelinci pada umumnya. Meskipun memilki nama Alaskan, tapi ternyata ia tidak berasal dari Alaska lho! Alaskan adalah kelinci hasil persilangan antara kelinci Havana dengan kelinci Himalaya.

Pesilangan dua kelinci tersebut dikembangkan oleh Campagne d’Argent, Dutch yang dilakukan di Jerman. Pencipta Alaskan adalah Max Gotha dengan tujuan untuk menciptakan jenis kelinci yang mirip dengan Alaskan Fox atau Rubah Alaska. Rubah jenis ini pada tahun 1900 an di perjual belikan untuk diambil bulunya.

Jadi tujuan dari dikembangkanya kelinci Alaskan adalah untuk mendapatkan bulu putih yang berada di bawah bulu hitam, mengkilap dan Panjang.

Namun karena kelinci ini jinak dan ramah, akhirnya kelinci Alaskan justru malah dijadikan sebagai hewan peliharaan yang baru karena warna bulu kelinci Alaskan ini yang bagus dan Panjang.

Jenis Kelinci American Chincillas

Kelinci American Chincillas
gambar : Pinterest

Kelinci America Chincillas sangat mirip dengan Easter Bunny, Jenis Kelinci ini sangat lucu dan imut. Kelinci ini sangat mudah dikenali dari warna bulunya, ia juga memiliki 3 varian yaitu America, Standar, dan juga raksasa.

Berdasarkan dari cerita yang beredar, kelinci jenis ini dikembangkan secara tidak sengaja oleh insinyur asal perancis. Pada awalnya kelinci ini berjenis kelinci Monsieur Dybowski, dan kemudian berkembang menjadi jenis super.

American Chincillas memiliki berat rata – rata antara 4 – 5 kg, sedankan untuk jenis standar 2,2 -3,6 Kg. Kemudian untuk jenis terbesar adalah raksasa dengan berat rata – rata antara 4,5 – 7 Kg per ekor.

Jenis Kelinci Champagne d’Argent

champagne dargent
gambar Pinterest

Champagne d’Argent adalah jenis kelinci dengan warna bulu yang sangat cantik. Tak hanya itu, karakter dari kelinci ini juga sangat jinak dan ramah. Jadi jangan heran kelinci jenis ini cukup populer di kalangangn penghobi kelinci hias

Memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dengan bobot antara 4 hingga 5,5 Kg per ekor dan bentuk tubuh yang tak berbeda dengan kelinci pada umumnya, cukup besar untuk ukuran kelinci. Rata – rata umur dari kelinci ini adalah kurang lebih 7 sampai 9 tahun.

Pertama kali dikembangkan di Champagne, Prancis pada abad ke 17, dari tempat itulah kelinci ini dinamakan Champagne d’Argent.

Jenis Kelinci Belgian Hare

belgian hare rabbit
gambar Pinterest

Kelinci Belgian memiliki tampilan seperti kelinci liar sehingga banyak yang salah mengira bahwa Belgian adalah kelinci liar. Diperkenalkan pertama kali di Amerika Serikat sekitar tahun 1700 – 1800 an.

Belgian Hare menjadi salah satu jenis kelinci tertua dan langka di Indonesia, kelinci ini adalah hasil persilangan antara kelinci liar dengan kelinci yang sudah hampir punah.

Postur tubuh dari Belgian hare juga tergolong besar dengan ciri telinga yang cukup Panjang dan berdiri tegak. Bentuk wajah seperti Rusa dengan mata lebar dan agresif dengan warna bulu cokelat tua.

Kaki Panjang dan tubuh yang ramping membuat lompatan dari kelinci ini cukup jauh dan larinyapun cukup cepat yang membuatnya dijuluki sebagai Poor Man’s Racehorse atau kuda pacuan.

Belgian Hare juga terkenal memiliki kecerdasan yang tinggi, bahkan menjadi salah satu yang kelinci tercerdas. Kelinci ini memiliki karakter yang cukup ramah meskipun ia sangat aktif dan tak bisa diam.

Warna bulu kelinci Belgian adalah kecoklatan denan bulu yan cukup pendek. Karena itulah kelinci ini sangat mudah untuk dipelihara karena tidak membutuhkan perawatan khusus.

Kelinci New Zealand

Jenis kelinci new zealand
gambar Pinterest

Jangan salah sangka, meskipun Namanya kelinci New Zealand namun bukan berarti ia berasal dari Selandia Baru. Kelinci New Zealand aslinya berasal dari Amerika Serikat yang merupakan hasil persilangan dari jenis Belgian Hare dengan Flemish Giant.

Ciri – ciri dari kelinci jenis ini secara umum dapat dilihat dari bentuk tubuhnya yang lebih bulat dan berisi terutama di bagian dada. Selain itu kaki dari kelinci ini juga lebih pendek dengan kepala yang besar dan bulat, telinga yang besar dan tebal Degnan ujung yang sedikit membulat.

Bulu dari kelinci New Zealand sangat tebal dan halus dengan 4 varian warna, yaitu merah, putih, biru, dan hitam.

Kelinci  New Zealand tidak hanya digunakan sebagai pedaging karena memeiliki tubuh yang cukup besar, namun saat ini juga banyak yang menjadikanya sebagai hewan peliharaan karena karakter yang jinak dan ramah.

Jenis Kelinci New Zealand

Seperti yang sudah kita bahas diatas, New Zealand dibagi menjadi 4 varian warna, nah berikut ini adalah jenis kelinci New Zealand yang dibagi berdasarkan warna bulunya :

Kelinci New Zealand White

Seperti Namanya, kelinci ini memiliki warna putih bersih dan sering disebut sebagai versi albino dari kelinci New Zealand Red. Ditemukan pertama kali oleh seorang peternak yang bernama William Preshaw pada tahun 1917.

Selain dijadikan sebagai peliharaan dan pedaging, kelinci ini juga sering digunakan di laboratorium sebagai kelinci percobaan.

Kelinci New Zealand Red

Sesuai dengan Namanya, kelinci ini memiliki warna bulu merak kecoklatan. Pertama kali ditemukan di salah satu negara bagian Amerika Serikat, California oleh seorang peternak pada tahun 1913.

Warna merah pada kelinci New Zealand red ini didapatkan dari gen dominan dari salah satu indukanya yaitu Kelinci Belgian.

Kelinci dewasa memiliki berat rata – rata 3,6 Kg, berbeda dari varian kelinci new Zealand lainya yang memiliki berat bisa mencapi 5,4 Kg.

Kelinci New Zealand Black

Ditemukan pada tahun 1924 kelinci New Zealand secara resmi disahkan oleh asosiasi peternakan kelinci Amerika pada dtahun 1958. Salah satu hal yang membuat kelinci jenis ini unik adalah tidak hanya bulunya saja yang berwarna hitam legam, namun warna matanya juga hitam.

Kelinci New Zealand Blue

Kelinci New Zealand Blue adalah varian terbaru yang diakui oleh asosiasi peternak kelinci Amerika di tahun 2016. Kelinci jenis ini adalah hasil persilangan antara kelinci New Zealand black dengan new Zealand broken di peternakan Sleepy Creel.

Warna dari kelinci ini bila dilihat sekilas akan terlihat seperti abu – abu, namun lebih detail lagi makan akan terlihat ada warna kebiruan di bulu kelinci ini.

Kelinci Flemish Giant

Kelinci flemish giant
gambar Pinterest

Flemish Giant adalah kelinci Dengan ukuran yang besar dengan bobot bisa mencapai hingga 22 Kg dan rata – rata dari bobot kelinci ini adalah 15 Kg. Tak heran kelinci ini juga disebut kelinci raksaksa karena memang ukuranya yang sangat besar.

Flemish Giant termsuk kelinci yang sulit ditemukan dan yang biasanya ditemukan adalah kelinci hasil persilangan, sehingga ukuranya tidak seperti Flemish Giant yang asli.

Ciri khas dari kelinci ini adalah tentu saja tubuh yang besar dan Panjang serta daun telinga yang lebar. Kelinci Flemish Giant memiliki warna bulu yang beragam mulai dari Hitam, putih, abu -abu, dan coklat.

Kelinci ini termasuk ke dalam pedaging dan biasa untuk dikonsumsi, tak heran karena memang ia memiliki tubuh yang besar dan daging yang banyak.

Kelinci Anggora

Anggora Rabbit
gambar Pinterest

Kelinci jenis Anggora adalah kelinci hias yang memiliki bentuk tubuh yang indah dengan bulu yang halus dan tebal. Harga kelinci anggora relative mahal, jadi tak heran biasanya kelinci ini dipelihara oleh kalangan menengah ke atas sebagai kelinci hias.

Ada beberapa jenis kelinci anggora yang dikenal, seperti jenis anggora persilangan dengan Flemish Giant, peranakan Satin, Anggora Jerman, Anggora Perancis dan yang terkecil dari semua ras anggora adalah Anggora Inggris.

Anggora Inggris memilki bobot hanya 2,3 Kg, dan yang terbesar hasil dari persilangan Flemish giant dapat mencapai bobot hingga 5 Kg.

Kelinci Anggora Giant

Tak hanya kucing yang memiliki jenis angora, kelincipun memilki jenis Anggora Giant. Kelinci jenis ini biasanya dijadikan peliharaan karena memang sangat lucu dan cantik. Kelinci ini adalah hasil persilangan dari Flemish Giant dengan Kelinci English angora.

Bobot dari kelinci ini dapat mencapai 10 Kg, lebih kecil dibandingkan dengan indukanya Flemish Giant. Meskipun begitu, bulu dari kelinci anggora giant ini sangat lebat dan tebal jadi tak heran banyak orang yang menjadikanya sebagai peliharaan.

Kelinci ini sangat cantik jika dijadikan peliharaan karena bentuk tubuh dan bulu yang dimilikinya. Selain itu karakter dari kelinci ini juga sangat jinak dan ramah jadi sangat cocok untuk kamu jadikan sebagai hewan peliharaan dirumah.

Kelinci English Anggora

Jika kamu adalah seorang pencinta kelinci, panti tidak asing lagi dengan kelinci jenis English Anggora ini. Kelinci ini adalah salah satu kelinci hias yang sangat populer di kalangan penggemar kelinci hias.

Bentuk tubuh dan bulunya yang lebat dan Panjang dibandingkan dengan kelinci anggora lain membuatnya menjadi primadona bagi pecinta kelinci. Karakter yang lembut dan jinak juga membuat kelinci ini semakin menggemaskan.

Bulu kelinci ini yang sangat lebat bahkan terkadang membuat matanya tidak terlihat, telinganya juga memiliki ukuran yang lebar dengan ditutupi bulu yang sangat lebat dan Panjang. English Anggora memilki bobot rata – rata antara 2 – 4 Kg

Kelinci Netherland Dwarf

netherland dwarf
gambar Pinterest

Nama dari kelinci ini tentu sudah mewakili karakteristik dari kelinci Netherland Dwarf. Dengan tubuh yang mungil membuatnya menjadi sangat menggemaskan. Pertumbuhanya juga sangat lambat.

Memiliki bulu yang sangat lembut dengan warna abu – abu membuat kelinci ini terlihat sangat cantik dan imut. Karakter dari kelinci ini juga sangat jinak dan ramah, ia juga sangat suka bermain.Maka jika kamu sedang ingin memelihara kelinci, kamu bisa mencoba Netherland Dwarf sebagai peliharaan.

Kelinci Satin

satin
gambar Pinterest

Satin adalah kelinci yang berasal dari Amerika Serikat. Ia termasuk kedalam kelinci hias dan juga pedaging. Kelinci ini juga berkembang biak dengan sangat cepat, dalam sekali melahirkan ia bisa melahirkan 7 sampai 10 ekor anak kelinci.

Dengan bobot rata – rata antara 4 -5 Kg dengan kuku dan ruas tulang dengan bentuk yang Panjang dan kuat. Selain itu ia juga memiliki kepala yang besar dan leher yang pendek. Bentuk tubuh yang ideal membuatnya terlihat sangat kuat

Warna bulu dari kelinci satin ini juga sangat beragam, mulai dari yang putih, hitam, coklat, putih gading, dan kebiruan.

Kelinci Rex

Rex
gambar Pinterest

Kelinci rex adalah salah satu jenis kelinci yang populer, kelinci ini berasal dari perancis yang dikenal pada tahun 1919. Pada awalnya kelinci ini adalah kelinci liar, namun dikarenakan bulunya yang cantik dan menggemaskan banyak orang yang memeliharanya sebagai kelinci hias.

Harga dari kelinci rex juga relative terjangkau dengan perawatan yang mudah. Kelinci Rex memiliki warna bulu yang kemerahan, lembut dan halus, mirip beludru.

Bulunya juga pendek dan memiliki telinga yang lebar dan tegak. Bobot dari kelinci ini bisa mencapai 5 Kg.

Kelinci English Spot

English Spot
gambar Pinterest

Kelinci English Spot, sesuai dengan Namanya kelinci ini berasal dari dataran Inggris yang sudah mulai dibudidayakan pada satu abad yang lalu.English spot lebih dikenal denagan sebutan English rabbit.

Kelinci jenis ini adalah hasil kawin silang antara beberapa kelinci seperti Flemish Giant, English lop, Patagonian anggora, dutch, dan juga Himalayan.

Keunikan dari jenis kelinci ini adalah pada corak bulunya yang berbeda dibandingkan dengan jenis – jenis kelinci lainya. Kelinci ini memiliki bulu seperti anjing dalmation dimana warna dasarnya adalah putih dan terdapat spot hitam.

Ciri khas lain yang dimiliki kelinci jenis ini adalah adanya garis lurus berwarna hitam dari kepala hingga ke bagian belakang tubuhnya.

English spot memiliki karakteristik yang jinak namun sangat aktif, sehingga sangat cocok untuk anda jadikan peliharaan. Bobot dari kelinci ini dapat mencapai berat 2,5 Kg hingga 4,5 Kg.

Kelinci Himalayan

Himalayan
gambar Pinterest

Kelinci Himalayan diperkirakan adalah kelinci tertua di dunia, kelinci ini berasal dari daerah pegunungan Himalayan namun menurut para ahli kelinci jenis ini juga terlihat di beberapa daerah lain di dunia.

Kelinci jenis Himalayan ini adalah salah satu kelinci yang paling pertama yang diakui oleh American Breeder’s Association (ARBA).

Memiliki karakteristik yang sangat ramah, lembut dan tenang tentu sangat cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan untuk keluarga.

Himalayan memiliki bentuk tubuh yang unik karena berbeda dengan kelinci pada umumnya, yaitu memiliki bentuk tubuh yang silindris.

Kelinci Himalayan memiliki berat bisa mencapai 4,5 Kg, namun karena banyak breeder yang menyilangkan dengan kelinci jenis lain sehingga membuat kelinci jenis ini hanya memiliki bobot 2 Kg dan membuat tubuhnya menjadi lebih ramping.

Warna bulu kelinci Himalayan juga sangat unik dimana ada beberapa warna dalam satu kelinci. Seperti warna coklat pada hidung, ekor, dan telinga, sedangkan warna dasarnya adalah putih.

Tanda warna yang ada pada hidung, ekor dan bagian tubuh yang lain juga tak selalu coklat, bahkan ada tanda yang berwarna hitam, biru, dan bahkan ungu. Warna tanda ini dapat berbeda – beda disebabkan oleh enzim yang sangat peka terhadap panas pada tubuh dan menciptakan pigmen warna.

Kelinci Havana

Havana
gambar Pinterest

Kelinci Havana adalah salah satu kelinci peliharaan yang sangat populer di Amerika dan Eropa, kelinci ini juga kerap disebut “show pets”.

Karakteristik dari kelinci ini yang membuatnya menjadi populer dijadikan sebagai hewan peliharaan adalah sangat lembut dan tenang.

Warna bulu kelinci Havana yang mengkilat dan lembut membuatnya terlihat sangat cantik dan menggemaskan. Warna pada kelinci jenis ini sangat beragam mulai dari hitam,coklat dan biru. Selain itu warnanya adalah solid yaitu hanya ada satu warna menyeluruh kelinci ini.

Kelinci jenis ini pertama kali ditemukan di Belanda pada tahun 1889 yang kemudian menyebar dengan cepat ke belahan eropa lainya.

Kelinci Havana memiiki postur tubuh yang relative kecil dan pendek, meskipun begitu kelinci ini memiliki bahu yang cukup berotot dan kuat.

Berat dari kelinci ini adalah rata – rata 2,7 Kg dengan bulu yang sangat lembut namun tipis serta kepala yang kecil dan leher yang pendek hampir tak terlihat membuatnya terlihat sangat imut.

Kelinci Dutch

Jenis Dutch
gambar Pinterest

Kelinci dutch adalah kelinci hias yang cukup populer di Indonesia. Postur dari kelinci ini cukup kecil sehingga sering juga disebut kelinci kerdil. atau kelinci Belanda.

Biasanya kelinci ini dipelihara untuk keperluan kontes dan juga peliharaan dirumah. Kelinci Dutch tak hanya populer di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Seperti Namanya, kelinci Dutch berasal dari Belanda dan merupakan salah satu jenis kelinci tertua di Eropa. Meskipun tubuh kelinci ini mini, namun terlihat sangat padat dan berisi. Salah satu keunikan dari kelinci Dutch adalah warna bulunya yang mimiliki pola yang sangat khas.

Dengan warna bulu yang selalu memiliki warna putih kemudian terdapat juga wrna lain seperti hitam, biru, coklat, abu – abu dan tortoise. Kombinasi warna ini membuat kelinci ini terlihat sangat unik dan cantik, sangat cocok dijadikan sebagai kelinci hias atau peliharaan.

Bobot dari kelinci ini hanya bisa mencapai 2 Kg dengan kepala yang bulat, telinga yang cukup pendek, kaki yang pendek namun memiliki tubuh yang kekar dengan bulu yang tegak.

Kelinci ini sangat cocok untuk dijadikan hewan peliharaan dirumah, sebagai teman bermain anak juga sangat aman karena memiliki karakteristik yang jinak, ramah dan tenang.

Kelinci Jersey Wooly

Jersey Wooly
gambar Pinterest

Jersey Wooly adalah termasuk kedalam golongan kelinci mini, dengan bobot maksimal hanya 1,5 Kg saja membuat kelinci jenis ini terlihat sangat imut dan lucu. Kelinci Jersey Wooly adalah hasil persilangan antara kelinci Netherland Dwarf dengan Anggora Perancis.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 di Orlando, Florida, saat ini kelinci ini banya dipelihara dan digunakan untuk show karena bulu dan bentuk tubuh dari Jersey Wooly yang sangat lucu.

Jersey Wooly memiliki bulu yang sangat lembut dan warna bulu yang beragam. Bahkan karena itu kelinci ini sering digunakan untuk pertunjukan atau show.

Kelinci Dwarf Hotot

Dwarf Hotot
gambar Pinterest

Kelinci Drwaft Hotot menyandang gelar sebagai kelinci terkecil di dunia. Kelinci yang berasal dari jerman ini sangat mudah dikenali karena matanya yang unik. Pada bagian mata kelinci Drwaft Hotot terdapat garis bingkai hitam di sekitar matanya, sehingga terlihat seperti menggunakan eyeliner.

Bobot maksimal kelinci Drwaft Hotot hanya mencapa 1,3 Kg, dengan bentuk tubuh yang membulat dan telinga yang membentuk huruf V dan tegak dengan Panjang maksimal 5 -6 cm.

Bingkai mata pada kelinci ini tidak hanya berwarna hitam saja, namun ada juga yang berwarna coklat. Kelinci ini juga sangat populer untuk dijadikan peliharaan karena bentuknya yang imut, jinak dan sangat mudah untuk dilatih.

Kelinci Tan

Kelinci Tan
gambar Pinterest

Kelinci Tan termasuk kedalam ras kelinci mini dan sering dijuluki sebagai “Aristrocat of The Fancy”. Kelinci jenis Tan ini berasal dari Inggris yang telah dikenal semenjak abad ke 19. Jenis kelinci Tan asli berwarna hitam namun karena banyak di silangkan dengan kelinci jenis lain warna kelinci ini menjadi lebih beragam seperti coklat, biru, dan lilac.

Salah satu yang menjadi keunikan dari kelinci jenis Tan adalah pola warna yang sangat khas, dan hal ini lah julukan “Aritocrat of The Fancy” Berasal. Kelinci Tan memiliki pola warna emas gelap di bagian sekitar mata, leher, telinga, dagu, dan dada hingga kebagian perut, ekor bagian dalam dan kaki bagian dalam. Sedangkan sisanya dapat berwarna hitam, biru, coklat, dan lilac.

Kelinci Tan sangat cocok untuk dijadikan peliharaan dirumah karena karakternya yang sangat jinak dan ramah. Kelinci ini juga sangat produktif dan dapat melahirkan banyak anak sekaligus dalam sekali melahirkan.

Kelinci Lop

English Lop
gambar Pinterest

Kelinci Lop adalah salah satu kelinci hias yang sangat populer di dunia, jika kamu seorang pecinta kelinci pasti sudah tidak asing lagi dengan kelinci jenis ini.

Kelinci ini berasal dari eropa, dan saat ini terus dikembangkan sehingga telah menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk juga Indonesia.

Kelinci Lop memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya sangat mudah dikenali, yaitu bentuk telinga yang Panjang dan menggantung. Tubuh kelinci ini juga relative kecil dan tubuh yang cenderung bulat dengan kepala yang juga kecil.

Karakteristik dari kelinci ini sangat manja dan ia tidak segan untuk mendekati kamu untuk meminta makanan. Selain itu kelinci ini juga sangat aktif dan ceria, sehingga sangat menyenangkan untuk diajak bermain.

Bulu dari kelinci Lop ini juga lebih Panjang jika dibandingkan dengan jenis anggora, jadi jika kamu berniat memelihara kelinci ini, kamu harus rajin – rajin menyisir dan merawat bulunya.

Ada beberapa jenis kelinci lop yang ada di dunia, seperti English Lop, French Lop, Holland Lop, Mini Lop, dan American Fuzzy Lop.

Penutup

Jenis – Jenis kelinci diatas adalah sebagain yang ada di dunia, baik itu kelinci hias ataupun kelinci pedaging. Keragaman jenis kelinci di dunia juga tidak lepas dari campur tangan manusia yang melakukan persilangan antara jenis kelinci yang satu dengan yang lainya.

Dari hasil persilangan tersebut lahirlah jenis kelinci baru dengan warna, bentuk tubuh, telinga dan karakteristik yang baru juga.

Bukan tidak mungkin jenis kelinci yang ada di dunia akan semakin beragam seiring dengan kemajuan teknologi dalam dunia peternakan.

Semoga informasi yang babaumma sampaikan diatas dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi buat kamu yang mungkin ingin memelihara kelinci sebagai peliharaan dirumah. Atau bisa juga untuk pengetahuan kamu jika ingin terjun dalam usaha atau berternak kelinci, baik itu kelinci hias ataupun kelinci pedaging.

Check Also

Ciri - Ciri Kelinci Dutch dan Harganya

Ciri – Ciri Kelinci Dutch dan Harganya

Ciri – Ciri Kelinci Dutch – Kelinci saat ini telah menjelma menjadi hewan peliharaan favorit …

Leave a Reply

Your email address will not be published.