Optimisme IHSG 2026: Dibuka menguat dan diproyeksi Purbaya tembus 10.000


Awal tahun 2026 disambut dengan optimisme di bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (2/1) dengan penguatan signifikan, melonjak 37,130 poin atau 0,43 persen, membawa indeks ke level 8.684,069.

Advertisements

Data dari RTI menunjukkan sentimen positif mendominasi pergerakan pasar. Sebanyak 350 saham tercatat menguat pada Jumat pagi, berbanding 104 saham yang melemah, sementara 228 saham lainnya tidak mengalami pergerakan. Aktivitas perdagangan juga menunjukkan gairah, dengan nilai transaksi mencapai Rp 342,880 miliar dari volume 528,461 juta saham, dalam 75.496 kali frekuensi transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat impresif, menyentuh Rp 15.959,115 triliun.

Diproyeksi Purbaya Tembus 10.000

Di tengah euforia pembukaan pasar, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi ambisius sekaligus meyakinkan. Ia memaparkan sejumlah faktor fundamental yang diyakini akan mendorong IHSG melaju kencang, bahkan berpotensi menembus level 10.000 sepanjang tahun 2026 ini.

Advertisements

“Kan tadi naik. Saya pikir memang itu ada optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan,” ujar Purbaya kepada wartawan, usai acara pembukaan perdagangan BEI tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1). Ia menambahkan dengan keyakinan, “Tahun ini 10.000 (IHSG). Itu bukan angka yang mustahil dicapai.”

Bendahara Negara ini menegaskan bahwa penguatan pasar saham adalah cerminan langsung dari keyakinan investor terhadap prospek perekonomian nasional yang kian membaik. Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kokoh dan diproyeksikan akan terus menguat sepanjang tahun 2026. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral menjadi pilar utama optimisme ini.


“Kalau saya lihat fondasi ekonominya yang sudah ada membaik sekarang tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BI sudah amat sinkron,” jelasnya, menyoroti harmoni kebijakan fiskal dan moneter yang krusial.

Purbaya lebih lanjut menguraikan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal yang dikelola Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI) merupakan alasan utama di balik potensi percepatan pertumbuhan ekonomi. Dengan kondisi yang begitu kondusif, target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen pun dinilai bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai tahun ini.

“Harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, 6 bukan mustahil dicapai tahun ini jadi pelaku pasar siap-siap saja,” tegasnya, memberikan sinyal positif kepada para investor.

Menkeu Purbaya menjelaskan, kini ia memegang kendali penuh dalam pengelolaan ekonomi nasional, berkolaborasi erat dengan Gubernur BI Perry Warjiyo serta para pemangku kebijakan lainnya. Koordinasi kebijakan ekonomi nasional ini, menurutnya, jauh lebih optimal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu, sekarang setahun penuh ini saya sudah pegang ekonominya lah sama gubernur BI dan lain-lain, kalau (tahun) kemarin saya masih separuh-separuh,” ungkap Purbaya.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, ia tak lupa mengingatkan para investor untuk selalu jeli dalam melihat peluang dan tidak melewatkan momentum penguatan pasar yang diperkirakan akan terus berlanjut.

Advertisements