Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) dengan tegas menyuarakan perlunya pemerintah menempatkan pelestarian lingkungan hidup sebagai prioritas utama, tidak terkecuali dalam alokasi anggaran negara. Penilaian ini muncul seiring dengan kejadian bencana yang melanda Sumatra, yang secara gamblang memperlihatkan kerusakan lingkungan yang sistematis dari hulu hingga ke hilir, menandakan urgensi penanganan yang serius dan komprehensif.
Dalam sambutannya pada rapat koordinasi terkait pengelolaan sampah di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Rabu (14/1), Siswanto, perwakilan ADKASI, menyatakan komitmennya. “Kami akan mengusulkan kepada Presiden, supaya lingkungan hidup ini menjadi prioritas,” ujarnya. Ia juga menyoroti adanya ketimpangan fokus pemerintah pusat yang cenderung menitikberatkan pada program-program seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hilirisasi, sementara perhatian terhadap kelestarian lingkungan dinilai masih minim.
Kesenjangan prioritas ini semakin diperparah dengan alokasi anggaran. Siswanto memaparkan, “Dari pusat ada anggaran 20 persen belanja negara untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan, dan sekian untuk infrastruktur, sisanya sangat kecil untuk lingkungan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa porsi anggaran yang dialokasikan untuk sektor lingkungan hidup masih jauh dari memadai, padahal dampaknya sangat fundamental bagi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Siswanto sangat berharap agar isu lingkungan ke depan dapat menjadi pembahasan prioritas bagi pemerintah pusat maupun daerah. Sebab, tanpa adanya harmonisasi yang kuat antara alam dan manusia, seluruh hasil pembangunan yang telah dirintis bertahun-tahun berisiko lenyap dalam sekejap, diterjang oleh dampak kerusakan lingkungan yang tak terkendali.
Saat ini, salah satu fokus konkret yang tengah digarap di berbagai daerah adalah pengelolaan sampah. ADKASI berharap, penyelesaian tuntas terhadap permasalahan sampah tidak hanya berdampak positif bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu mendatangkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat luas melalui berbagai inovasi dan pemberdayaan.
Oleh karena itu, ADKASI secara penuh mendukung program pengelolaan sampah untuk diubah menjadi bahan bakar pembangkit listrik atau yang dikenal sebagai Waste to Energy. “Kami dukung supaya ini harus sampai ke daerah,” pungkas Siswanto, menekankan pentingnya implementasi program inovatif ini secara merata di seluruh wilayah Indonesia demi mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dan sejahtera bagi generasi mendatang.