Anggota Brimob Polda Aceh dipecat usai desersi dan gabung tentara bayaran Rusia

Polda Aceh mengonfirmasi adanya kasus disersi yang menggemparkan, melibatkan seorang anggota Brimob Polda Aceh yang kini diduga bergabung dengan tentara Rusia. Pihak kepolisian bahkan telah mengambil tindakan tegas dengan memecat personel tersebut secara tidak hormat.

Advertisements

Sosok di balik kasus ini adalah Bripda Muhammad Rio. Untuk menindaklanjuti pelanggaran serius ini, Polda Aceh telah menyelenggarakan sidang kode etik guna memutuskan status keanggotaannya.

Kombes Pol Joko Krisdiyanto, Kepala Bidang Humas Polda Aceh, pada Sabtu (17/1) mengonfirmasi pemecatan Rio. Dikutip dari Antara, beliau menyatakan, “Yang bersangkutan disersi dengan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan, sudah menjalani sidang kode etik dan diberhentikan dengan tidak hormat.”

Lebih lanjut, Kombes Pol Krisdiyanto juga mengungkapkan bahwa Bripda Muhammad Rio bukanlah sosok baru dalam daftar pelanggar. Ia memiliki riwayat panjang pelanggaran kode etik profesi Polri, termasuk kasus menikah siri dan perselingkuhan, yang saat itu berujung pada sanksi demosi selama dua tahun. Selain itu, ia juga dikenai sanksi penempatan di pelayanan markas Brimob. Putusan ini ditetapkan melalui sidang KKEP tertanggal 14 Mei 2025, kata Krisdiyanto.

Advertisements

Disersi yang berujung pada pemecatan ini bermula ketika Rio diketahui tidak masuk kantor untuk berdinas sejak 8 Desember 2025. Puncaknya, pada 7 Januari 2026, ia mengejutkan kesatuannya dengan mengabari bahwa ia telah bergabung dengan tentara bayaran Rusia.

Merespons ketidakmunculan Rio, anggota Provos Satbrimob Polda Aceh segera melakukan pencarian, mendatangi kediamannya hingga rumah orang tuanya. “Satbrimob Polda Aceh juga menerbitkan daftar pencarian orang,” tegas Krisdiyanto, menunjukkan keseriusan penanganan kasus ini.

Dalam penyelidikan, Polda Aceh berhasil mengantongi berbagai barang bukti krusial, meliputi foto, data paspor, dan data penumpang pesawat. Berdasarkan informasi yang terkumpul, terungkap bahwa Rio terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Shanghai pada 18 Desember 2025, memperkuat dugaan keterlibatannya.

Advertisements