
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan dinamisme pasar modal dengan mengumumkan bahwa tujuh perusahaan siap menanti giliran untuk mencatatkan saham perdananya melalui Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Kehadiran para calon emiten ini menandakan kepercayaan investor dan geliat perekonomian yang terus bertumbuh.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, klasifikasi aset calon perusahaan yang akan melantai di bursa ini sangat beragam, mengacu pada ketentuan POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Lima entitas di antaranya masuk dalam kategori aset skala besar, dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, satu perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah, yaitu antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, dan satu perusahaan lagi tergolong aset skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
“Sampai dengan 15 Januari 2026, tercatat ada 7 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham di BEI,” ujar Nyoman dalam keterangannya, yang dikutip pada Senin (19/1). Pernyataan ini menegaskan prospek pasar modal yang menjanjikan dengan deretan perusahaan baru yang siap memperkaya pilihan investasi.
Selain itu, latar belakang sektor usaha para calon emiten ini juga cukup bervariasi, mencerminkan representasi yang luas dari berbagai lini bisnis di Indonesia. Mulai dari sektor material dasar yang menjadi tulang punggung industri, hingga energi yang krusial, dan keuangan yang menjadi nadi perekonomian, semua turut meramaikan antrean IPO.
Berikut adalah daftar lengkap calon perusahaan yang mengantre IPO berdasarkan sektornya:
- 1 perusahaan dari sektor material dasar
- 0 perusahaan dari sektor konsumsi siklikal
- 0 perusahaan dari sektor konsumsi bukan siklikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 2 perusahaan dari sektor keuangan
- 0 perusahaan dari sektor kesehatan
- 1 perusahaan dari sektor industri
- 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 0 perusahaan dari sektor properti dan real estat
- 1 perusahaan dari sektor teknologi
- 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
Lebih lanjut, BEI juga melaporkan aktivitas pasar modal lainnya yang tak kalah penting, yaitu penerbitan right issue. Tercatat, tiga perusahaan telah berhasil menerbitkan right issue dengan total perolehan dana mencapai Rp 2,9 triliun. Nyoman menambahkan, berdasarkan pipeline yang ada, akan ada satu perusahaan dari sektor properti yang juga berencana melaksanakan aksi korporasi right issue dalam waktu dekat, menandakan aktivitas yang dinamis di sektor tersebut.