Banjir bandang kembali hantam objek wisata Guci Tegal, status tanggap darurat

Kawasan objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kembali dilanda banjir bandang pada Sabtu (24/1). Peristiwa ini mendorong Pemerintah Kabupaten Tegal untuk segera menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di area terdampak.

Advertisements

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Afifudin, menjelaskan bahwa penetapan status darurat ini merupakan langkah krusial untuk penanganan awal terhadap berbagai bangunan dan fasilitas di objek wisata Guci yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan air bah.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan tidak ada rumah warga yang terdampak langsung. Namun, beberapa fasilitas vital di objek wisata serta tiga jembatan mengalami kerusakan dan bahkan hanyut. Oleh karena itu, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk fokus pada penanganan darurat,” ujar Afifudin pada Sabtu (24/1).

Di antara fasilitas objek wisata Guci yang rusak dan tertimbun material berupa pasir dan batu adalah Pancoran 13, Pancoran 5, dan Pemandian Air Panas. Akibatnya, area-area tersebut terpaksa ditutup total untuk umum. Selain itu, tiga jembatan juga dilaporkan hilang; dua di antaranya berada di dalam kawasan wisata Guci dan satu jembatan penghubung antara desa Sirampog dan Bumijawa.

Advertisements

Meskipun curah hujan masih mengguyur kawasan ini, debit air Sungai Gung yang mengalir di sekitar objek wisata Guci terpantau dalam kondisi normal. Ini memberikan sedikit kelegaan di tengah upaya penanganan darurat yang sedang berlangsung.

Sebagai upaya penanganan darurat pascabencana, BPBD Tegal akan merancang ulang kawasan objek wisata Guci agar lebih aman dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang. “Jembatan-jembatan yang hilang akan segera dibangun kembali setelah puncak musim hujan selesai, diperkirakan sekitar pertengahan Februari,” tambahnya.

Bupati Tegal, lanjutnya, juga telah menginstruksikan Camat Bojong dan Bumijawa untuk memastikan masyarakat memiliki akses jalan alternatif mengingat jembatan penghubung masih belum bisa dilalui. Sementara itu, 11 lokasi longsor yang tersebar di wilayah Sirampog dan Bumijawa, bahkan hingga menuju Kabupaten Brebes, kini sudah dapat dilalui kendaraan. Tumpukan material yang sebelumnya menghalangi jalan telah berhasil dibersihkan oleh tim gabungan dari BPBD, Polri, dan relawan pada sekitar pukul 13.30 WIB.

Peristiwa banjir bandang Guci kali ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada 20 Desember 2025, objek wisata Guci juga sempat dilanda banjir bandang serupa. Kala itu, sebagian area tertutup lumpur tebal, yang menyebabkan kawasan wisata ditutup sementara demi keamanan pengunjung dan warga.

Menurut Kompol Khaerun, Kepala Kepolisian Sektor Bojong, banjir bandang sebelumnya terjadi karena kiriman air dari Sungai Sawangan, yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. “Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, banjir murni karena kiriman dari wilayah atas,” jelas Kompol Khaerun bulan lalu. Ia juga menambahkan bahwa banjir bandang saat itu sempat mengakibatkan pipa Pancuran 13 di objek wisata Guci ikut terbawa arus sungai. Mengingat riwayat bencana tersebut, Kompol Khaerun mengimbau baik warga maupun pengunjung untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Advertisements