
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang mengkaji langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Salah satu yang dipertimbangkan adalah bekerja dari rumah atau WFH.
Bahlil mengatakan rencana ini masih dalam tahap kajian, namun berpotensi diterapkan. Dia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini juga melakukan sejumlah evaluasi terkait konsumsi BBM.
“Sedang dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3) dikutip dari Antara.
Namun, Bahlil mengatakan ketersediaan BBM, LPG dan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman hingga Lebaran. Dia juga mengatakan bahwa stok energi nasional masih sesuai standar.
“LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah,” katanya.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengatakan, subsidi BBM tetap akan dijaga pemerintah, minimal hingga selesai libur Lebaran. Evaluasi soal ketersediaan energi usai Lebaran akan dilakukan bulan depan.
“Strategi setelah Maret sudah kami siapkan. Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta anak buahnya di kabinet untuk menyiapkan langkah dalam menghemat konsumsi BBM. Langkah ini untuk merespons dampak dari Perang Iran kepada harga energi.
Prabowo lalu menyinggung beberapa kebijakan di negara lain untuk menekan konsumsi BBM. Dia mengatakan, Pakistan telah menetapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) hingga memotong gaji pejabatnya sebagai dampak kenaikan harga BBM.
“Pengurangan hari kerja juga harus kita pertimbangkan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3).