Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengusulkan langkah radikal pasca-bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat. KDM merekomendasikan agar lokasi longsor tersebut dialihfungsikan menjadi hutan lindung, disertai dengan relokasi warga yang terdampak. Usulan ini muncul setelah KDM meninjau langsung area yang didominasi oleh perkebunan sayur di kontur perbukitan curam, sebuah kondisi yang dinilai sangat berisiko memicu bencana serupa di masa mendatang.
KDM menegaskan bahwa kebun sayur di lereng perbukitan dengan kemiringan ekstrem memiliki stabilitas tanah yang sangat rendah. Tanaman sayuran, dengan sistem akar yang cenderung dangkal, tidak mampu mengikat tanah secara efektif, sehingga rentan terhadap pergerakan tanah atau longsor, terutama saat diguyur hujan deras atau kondisi tanah jenuh air. “Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi,” tegas KDM saat meninjau langsung lokasi bencana di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu (24/1).
Sebagai respons cepat, Dedi Mulyadi juga menginstruksikan agar masyarakat yang selamat dari bencana longsor untuk sementara mengontrak rumah selama dua bulan. Untuk meringankan beban tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat segera menyalurkan bantuan finansial sebesar Rp 10 juta per kepala keluarga. Dana ini diperuntukkan bagi biaya sewa rumah dan kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, bagi keluarga korban meninggal dunia akibat longsor, pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga.
Saat ini, prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, adalah fokus pada upaya pencarian korban yang masih tertimbun longsor dan juga memulai proses restorasi lingkungan di lokasi kejadian. Operasi pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan solid yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas, serta dukungan dari para relawan.
Data terbaru dari BPBD Jawa Barat mencatat bahwa sebanyak 10 orang telah dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat. Bencana tragis ini diduga kuat dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (24/1) dini hari.
Berdasarkan keterangan dari BPBD Jawa Barat di Bandung, dari total korban meninggal, delapan orang berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sementara dua korban lainnya diidentifikasi berasal dari Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Tragisnya, hingga saat ini, 82 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Longsor yang menerjang masyarakat di Bandung Barat ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Bencana dahsyat tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan 30 rumah terdampak dan satu rumah mengalami rusak berat. Sebagai langkah mitigasi dan penyelamatan, sekitar 400 warga harus dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat-tempat yang lebih aman.