Harga BBM di Singapura, Malaysia, Thailand melonjak, bagaimana dengan Indonesia?

Harga minyak dunia kembali merangkak naik hingga lebih dari 3% pada Selasa (17/3), usai sempat melandai sehari sebelumnya. Harga minyak mentah Brent terpantau naik 3,2% menjadi US$103,42 per barel, sementara harga West Texas Intermediate naik 2,9% menjadi US$96,21 per barel.

Advertisements

Gejolak harga ini membuat sejumlah negara menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seperti yang dilakukan Singapura, Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Melansir The Straits Times, hanya butuh waktu tiga hari untuk mengerek harga bensin di Singapura, usai pecahnya konflik di Timur Tengah. Harga bensin dan solar di SPBU Singapura belakangan ini bahkan melampaui harga selama krisis Ukraina pada 2022 lalu. 

Pada Senin (16/3), perusahaan energi Shell memperbarui daftar harga produknya. Bensin oktan-95, oktan-98, V-Power, dan solar masing-masing mengalami kenaikan sebesar 7 sen. Mengutip AsiaOne, harga bahan bakar Shell menjadi yang paling tinggi dibandingkan bahan bakar jenama lainnya. 

Advertisements

Baca juga:

  • Bahlil Sebut Pemerintah Tengah Kaji WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
  • Pakar Prediksi Stok BBM Indonesia Masih Aman hingga Lebaran, Apa Alasannya?
  • Harga Minyak Kembali Naik Usai Sekutu AS Tolak Operasi Militer di Selat Hormuz

Harga bensin oktan-98 Shell mencapai $3,99 atau sekitar Rp53.038 per liter (kurs Rp13.290/$), sedangkan Esso dan Singapore Petroleum Company (SPC) kompak di harga $3,90 atau sekitar Rp51.842 per liter. 

Kemudian, bensin oktan-95 Shell terpantau mencapai $3,47 (Rp46.126) per liter, lebih tinggi dibandingkan oktan-95 milik Esso $3,40 (Rp45.195) dan SPC $3,39 (Rp45.062). Sementara itu, harga solar Shell mencapai $3,56 (Rp47.322), Esso $3,49 (Rp46.392), dan SPC $3,40 (Rp45.195). 

Lonjakan Harga Solar di Filipina

Departemen Energi Filipina memperkirakan kenaikan harga minyak domestik senilai PHP23,90 atau sekitar Rp6.805 (kurs Rp284,7/PHP) per liter pekan ini, yang akan diterapkan bertahap oleh lima perusahaan mulai Selasa (17/3). 

Mengutip Philippines News Agency, kenaikan untuk bensin diperkirakan sekitar PHP12,90 hingga PHP16,60 per liter. Sementara solar naik PHP20,40 hingga PHP23,90 per liter; dan minyak tanah PHP6,90 hingga PHP8,90 per liter. 

Hal tersebut akan mendorong harga bensin hingga mencapai PHP91,60 per liter; solar PHP114,90 per liter; serta minyak tanah PHP143,79 per liter.

Menteri Energi Sharon Garin menyebut proyeksi harga tersebut baru berlaku untuk kawasan metro atau perkotaan. Sementara harganya akan bervariasi, cenderung lebih tinggi di daerah terpencil. 

Kementerian Keuangan Malaysia Tambah Bantuan

Kementerian Keuangan Malaysia mengucurkan bantuan tambahan senilai RM100 atau sekitar Rp433.598 (kurs Rp4.335/RM), kepada setiap penerima manfaat program bantuan subsidi solar. Total bantuan pada bulan ini menjadi RM300 (Rp1.300.794) per orang.

Tambahan bantuan ini merupakan respons terhadap krisis energi global yang mendongkrak harga bahan bakar domestik hingga ke rekor tertinggi bulan ini.

Melansir Malaymail, harga bahan bakar tanpa subsidi melonjak drastis. Harga solar di Semenanjung Malaysia naik 80 sen menjadi RM3,92 per liter (Rp16.993); kemudian RON97 dan RON95 naik 60 sen menjadi RM3,85 (Rp16.689) dan RM3,27 (Rp14.175) per liter. 

Meski begitu, Pemerintah Malaysia tetap menerapkan ‘jaring pengaman’ dengan membekukan harga bensin subsidi BUDI95 di angka RM1,99 (Rp8.626) per liter. 

Solar Thailand Dipatok 33 Baht

Thailand akan menaikkan harga bahan bakar mulai Rabu (18/3), dengan harga solar mentok di angka 33 baht atau sekitar Rp17.337 (kurs Rp525,4/baht) per liter. Sementara itu, harga bensin telah mengalami kenaikan selama 1-2 pekan ke belakang. 

Saat ini, harga eceran solar mencapai 29,94 baht per liter per tanggal 16 Maret 2026. Angka ini masih di bawah batas yang ditetapkan pemerintah. 

Kementerian Energi Thailand menyatakan, cadangan minyak di negara tersebut cukup untuk 100 hari. Akan tetapi, kekurangan bahan bakar dilaporkan terjadi di beberapa stasiun bahan bakar karena hambatan distribusi. Melansir Thai Enquirer, fenomena panic buying membuat permintaan melonjak 2-3 kali lipat dan membebani kapasitas logistik.

Bagaimana dengan Harga BBM di Indonesia?

Harga BBM terbaru dari Pertamina menunjukkan adanya kenaikan. Per 1 Maret 2026, seluruh harga produk BBM non-subsidi terkerek naik. 

Dalam pengumumannya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.45.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. 

Bila dirincikan, harga BBM Pertamina jenis Pertamax dengan RON 92 menjadi Rp12.300 per liter. Naik dari bulan lalu yang hanya berkisar Rp11.800 per liter.

Kemudian untuk Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 per liter, dari sebelumnya Rp12.700 per liter. Kenaikan harga BBM juga diterapkan pada Pertamax Green 95, semula Rp12.450 per liter kini menjadi Rp12.900 per liter.

Sementara itu, Dexlite melambung menjadi Rp14.200 per liter, dari nilai sebelumnya Rp13.250 per liter. Pertamina Dex juga terkerek naik menjadi Rp14.500 per liter.

Harga BBM di atas untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Banten. Sedangkan untuk daerah lainnya terdapat sedikit perbedaan. Di sisi lain, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap Rp 10 ribu per liter. Kemudian solar subsidi dipatok Rp 6.800 per liter.

Advertisements