
JAKARTA — Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di emiten perkebunan kelapa sawit PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Aksi borong saham terbaru ini membuat posisi kepemilikan pria yang akrab disapa Pak Lo tersebut kembali melesat di atas 5%.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/6/2026), Lo Kheng Hong melaporkan telah melakukan pembelian sebanyak 19,9 juta lembar saham SIMP pada 18 Mei 2026. Transaksi tersebut dieksekusi pada harga Rp600 per lembar saham, yang berarti ia merogoh kocek sebesar Rp11,94 miliar untuk menambah koleksi portofolio investasinya.
Sebelum aksi borong ini dilakukan, Lo Kheng Hong tercatat mengempit 773,44 juta lembar saham SIMP atau setara dengan 4,98% hak suara. Setelah transaksi rampung, jumlah kepemilikannya meningkat menjadi 793,34 juta lembar saham. Dengan kenaikan ini, porsi hak suaranya kini mencapai 5,11%, sehingga namanya kembali masuk dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%.
Langkah investasi Lo Kheng Hong pada saham milik grup Salim ini didasari oleh keyakinannya terhadap fundamental perseroan. Sosok yang dijuluki sebagai Warren Buffett Indonesia ini sempat menjelaskan bahwa daya tarik utama SIMP terletak pada luas lahan perkebunannya. Perseroan tercatat memiliki total lahan perkebunan mencapai 288.018 hektare (ha), yang mencakup kebun kelapa sawit seluas 241.046 ha, kebun karet 16.235 ha, kebun tebu 13.878 ha, serta komoditas cokelat dan teh seluas 16.859 ha.
Bagi Pak Lo, valuasi aset lahan tersebut sangat besar. Dalam keterangannya kepada Bisnis, Kamis (26/6/2025), ia mengestimasikan nilai lahan tersebut mencapai US$2,88 miliar atau sekitar Rp46,9 triliun, dengan asumsi harga US$10.000 per hektare. Nilai tersebut bahkan belum termasuk bisnis hilirisasi seperti produksi minyak goreng Bimoli dan margarin Palmia.
Keputusan untuk kembali mengakumulasi saham SIMP di pertengahan Mei 2026 cukup menarik perhatian, mengingat ia sempat melepas sebagian kepemilikannya pada bulan sebelumnya. Berdasarkan catatan, Pak Lo sempat menjual 8,18 juta lembar saham SIMP dalam dua tahap pada 14 April 2026, yakni di harga Rp925 dan Rp920 per saham. Aksi jual tersebut membuat kepemilikannya turun menjadi 4,97%, sehingga ia sempat keluar dari daftar pemegang saham di atas 5%.
Memanfaatkan momentum penurunan harga saham ke level Rp600 pada Mei 2026, Lo Kheng Hong justru melihat peluang untuk kembali memperkuat posisinya di emiten CPO tersebut. Hingga penutupan perdagangan Jumat (29/5), saham SIMP sendiri berada di level Rp555 per saham, mencerminkan koreksi sebesar 2,63% secara year-to-date dan penurunan 31,90% dalam sebulan terakhir.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.
Ringkasan
Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebanyak 19,9 juta lembar saham dengan harga Rp600 per lembar. Transaksi senilai Rp11,94 miliar ini meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya menjadi 5,11%, sehingga ia kembali tercatat sebagai pemegang saham di atas 5%. Sebelumnya, Lo Kheng Hong sempat mengurangi kepemilikannya pada April 2026 hingga turun ke angka 4,97%.
Keputusan investasi ini didorong oleh keyakinan Lo Kheng Hong terhadap fundamental SIMP, khususnya luas lahan perkebunan perusahaan yang mencapai lebih dari 288 ribu hektare. Ia menilai valuasi aset lahan tersebut sangat besar dan belum mencakup nilai bisnis hilirisasi seperti produksi minyak goreng Bimoli. Aksi borong ini dilakukan saat harga saham SIMP mengalami koreksi, menunjukkan pemanfaatan momentum oleh investor tersebut untuk memperkuat portofolionya.