Rupiah ditutup menguat ke Rp16.782 jelang keputusan deputi gubernur BI

JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa gemilang pada perdagangan Senin (26/1/2026), ditutup menguat signifikan terhadap dolar AS. Kinerja positif ini sejalan dengan tren penguatan yang juga dialami oleh sejumlah mata uang Asia lainnya, menandakan sentimen pasar yang membaik di kawasan tersebut.

Advertisements

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berhasil menguat sebesar 0,23%, mencapai posisi Rp16.782 per dolar AS. Di saat bersamaan, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terpantau melemah 0,40% ke level 97,21, memberikan ruang bagi mata uang lain untuk terapresiasi.

Tidak hanya rupiah, beberapa mata uang di Asia turut mencatatkan penguatan. Yen Jepang melonjak 1,09%, dolar Hong Kong naik tipis 0,01%, dolar Singapura terapresiasi 0,23%, dolar Taiwan menguat 0,24%, dan won Korea memimpin penguatan dengan kenaikan 1,55%.

: Rupiah Menguat, Cek Kurs di Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BRI Hari Ini

Advertisements

Lebih lanjut, peso Filipina juga menguat 0,22%, yuan China naik 0,08%, dan ringgit Malaysia melonjak 0,82%. Di sisi lain, beberapa mata uang harus merelakan sebagian nilainya, seperti rupee India yang melemah 0,36% dan baht Thailand yang turun 0,04%.

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa performa rupiah yang menguat ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari kancah global, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan NATO terkait Greenland disebut turut mengguncang stabilitas pasar global.

: : Rupiah Dibuka Menguat Hari Ini (26/1) ke Level Rp16.782 per Dolar AS

Ketegangan geopolitik semakin memanas dengan janji mantan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengenakan tarif 100% pada barang-barang Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan ini menambah ketidakpastian di pasar internasional.

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berakhir pada hari Rabu. Pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pejabat The Fed akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.

: : Rupiah Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, KB Bank Klaim Tak Ganggu Performa Kredit

“Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di masa mendatang,” jelas Ibrahim, Senin (26/1/2026).

Sementara itu, dari ranah domestik, pasar merespons positif komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah, yang memberikan sentimen positif. Selain itu, pasar juga menyambut baik proses uji kelayakan dan kepatutan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI yang baru.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan akan cenderung fluktuatif, namun diperkirakan akan ditutup menguat dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.900,” pungkas Ibrahim.

Seperti dilaporkan Bisnis, Komisi XI DPR telah menerima tiga nama calon deputi gubernur BI melalui Surat Presiden (Surpres). Surpres yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto ini mencakup tiga kandidat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung sebagai Deputi Gubernur BI.

Ketiga calon tersebut adalah Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo, serta dua pejabat internal BI, yaitu Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Diki Kartikoyono dan Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.

Komisi XI DPR telah menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pada Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026). Pada hari pertama, Jumat (23/1/2026), sesi pertama diberikan kepada Solihin M. Juhro, yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00—10.00 WIB.

Sedangkan dua kandidat lainnya menjalani ujian pada Senin (26/1/2026). Dicky Kartikoyono dijadwalkan menghadap Komisi XI pada pukul 14.00—15.00 WIB.

Sesi terakhir diisi oleh Thomas Djiwandono, sosok yang belakangan menjadi sorotan publik, dengan agenda pemaparan visi-misinya pada pukul 16.00—17.00 WIB.

INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR – TradingView

Advertisements