Perdana, Idea Asia lego jumbo saham IDEA senilai Rp2,55 miliar

Babaumma – , JAKARTA – PT Idea Asia Investama baru-baru ini melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA), dengan nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp2,55 miliar.

Advertisements

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan investasi ini menjual sebanyak 50 juta lembar saham IDEA pada tanggal 10 Februari 2026. Dengan harga jual Rp51 per lembar, Idea Asia Investama diperkirakan berhasil meraup dana segar senilai Rp2,55 miliar. Transaksi ini dilaporkan sebagai ‘divestasi’ dengan status kepemilikan langsung, sebagaimana dikutip pada Senin (16/2/2026).

Sebelum aksi jual tersebut, Idea Asia Investama, yang merupakan salah satu pemegang saham terbesar dengan kepemilikan di atas 5% pada emiten yang bergerak di sektor pendidikan dan jasa penunjang ini, tercatat menggenggam sejumlah signifikan. Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Desember 2025 dan 31 Januari 2026 menunjukkan bahwa Idea Asia Investama masih memiliki sebanyak 428,87 juta (428.873.700) lembar saham IDEA, atau setara dengan 40,37% dari total saham.

Penjualan sebanyak 50 juta lembar saham IDEA melalui PT Wanteg Sekuritas ini menandai transaksi pertama yang dilakukan oleh Idea Asia Investama pada tahun 2026, setelah mempertahankan kepemilikan sahamnya secara stabil dalam beberapa waktu.

Advertisements

Dengan dilakukannya divestasi jumbo ini, kepemilikan saham Idea Asia Investama di PT Idea Indonesia Akademi Tbk. mengalami penurunan. Dari sebelumnya 428,87 juta lembar, kini kepemilikan mereka berkurang menjadi 378,87 juta (378.873.700) lembar, yang merepresentasikan 35,66% dari total saham IDEA per 10 Februari 2026.

Sementara itu, di lantai bursa, saham IDEA menunjukkan performa yang menarik. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, tepatnya 13 Februari 2026, saham ini bertengger di level Rp151 per lembar. Sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026, saham IDEA telah menguat signifikan sebesar 54 poin atau mencapai 55,67%, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp160,43 miliar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements