Wall Street menguat ditopang saham Nvidia dan Amazon

Saham-saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (18/2), didorong kenaikan saham perusahaan teknologi berkapitalisasi besar seperti Nvidia dan Amazon, setelah pasar sempat dilanda kekhawatiran terkait kecerdasan buatan (AI).

Advertisements

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 37,05 poin atau 0,56 persen ke level 6.880,27. Nasdaq Composite bertambah 170,88 poin atau 0,76 persen menjadi 22.749,27, sementara Dow Jones Industrial Average naik 123,44 poin atau 0,25 persen ke 49.656,63.

Nvidia menguat setelah perusahaan paling bernilai di dunia itu mengumumkan telah menandatangani kontrak multi-tahun dengan Meta Platforms untuk menjual jutaan chip AI saat ini dan generasi mendatang.

Saham perusahaan penyimpanan data seperti Sandisk, Western Digital, dan Seagate Technology Holdings juga menguat sepanjang sesi, melanjutkan reli kuat beberapa bulan terakhir yang didorong lonjakan permintaan teknologi penyimpanan terkait AI.

Advertisements

Saham bertema AI sempat melemah awal bulan ini karena investor khawatir soal valuasi yang tinggi dan lamanya waktu yang dibutuhkan agar investasi AI mampu mendorong pertumbuhan pendapatan. Namun pada Rabu (18/2), saham Amazon dan Microsoft kembali naik.

“Pada titik tertentu, pelemahan sektor teknologi pasti akan menarik pembeli marginal. Saham-saham ini masih berstatus perusahaan bertumbuh tinggi. Sebelumnya mahal dan sekarang menjadi lebih murah,” kata analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky, Ross Mayfield.

Ross menambahkan, masih banyak investor yang ingin memiliki eksposur ke sektor teknologi dalam beberapa tahun ke depan.

Saham perusahaan perangkat lunak juga menunjukkan tanda pemulihan setelah kekhawatiran bahwa kemajuan AI dapat meningkatkan persaingan dan menekan margin laba. Sektor software dan layanan dalam S&P 500 naik setelah sempat jatuh awal bulan, dibantu penguatan saham Cadence Design Systems setelah perusahaan itu melampaui estimasi pendapatan kuartal IV. Sebaliknya, saham Palo Alto Networks turun setelah memangkas proyeksi laba tahunannya.

Pejabat Federal Reserve (The Fed) hampir sepakat mempertahankan suku bunga pada rapat bulan lalu, tetapi masih berbeda pandangan mengenai langkah berikutnya, menurut risalah pertemuan 27–28 Januari yang dirilis Rabu (18/2).

Pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 50 persen bank sentral akan memangkas suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Juni, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group. Data yang dirilis Rabu (18/2) juga menunjukkan belanja bisnis dan pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV tetap solid.

Saham Analog Devices naik setelah produsen chip itu memproyeksikan kinerja kuartal kedua di atas perkiraan Wall Street. Global Payments melonjak setelah memperkirakan laba tahunan disesuaikan melampaui ekspektasi.

Sementara itu, saham Moderna menguat setelah U.S. Food and Drug Administration setuju meninjau vaksin influenza miliknya, membalikkan keputusan sebelumnya yang menolak pengajuan tersebut.

Advertisements