
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan dapat melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini, Kamis (19/2/2026). Momen ini bertepatan dengan hari pertama ibadah puasa, menambah dinamika menarik di pasar saham.
Pada penutupan perdagangan Rabu (18/2/2026), IHSG berhasil menguat signifikan sebesar 1,19%, mencapai level 8.310,23. Sepanjang hari, pergerakan indeks menunjukkan performa yang solid, bergerak dalam rentang 8.227,45 hingga 8.310,23. Kinerja positif ini didukung oleh mayoritas konstituen, dengan 475 saham tercatat menguat, 228 saham melemah, dan 255 saham bergerak stagnan.
Penguatan IHSG kemarin terutama didorong oleh saham-saham berkapitalisasi pasar besar. PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) memimpin dengan kenaikan impresif 12,00% menjadi Rp7.700. Disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang melesat 3,94% ke level Rp5.275, dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang menguat 2,81% mencapai Rp8.225.
Selain ketiga emiten tersebut, sejumlah saham unggulan lainnya turut mencatatkan kenaikan harga yang menarik perhatian investor. Di antaranya, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) naik 1,73% ke Rp1.175, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 1,32% ke Rp3.830, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,16% ke Rp3.490.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang naik 1,04% ke Rp7.275, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) menguat 0,93% ke Rp10.900, serta PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 0,75% mencapai Rp6.700 per saham, melengkapi deretan saham yang memberikan kontribusi terhadap reli IHSG.
: IHSG Mulai Menguat, Bisa Reli Sampai 9.000 Lagi?
Menganalisis pergerakan pasar, Tim Analis MNC Sekuritas mengonfirmasi bahwa IHSG berhasil menguat 1,19% ke level 8.310, ditopang oleh volume pembelian yang substansial. Mereka memberikan pandangan optimis namun tetap waspada bagi para investor.
“Dalam skenario terbaik, apabila IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level 8.172, maka indeks berpotensi besar untuk melanjutkan penguatannya. Ini akan membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] menuju rentang 8.377-8.440,” demikian disampaikan MNC Sekuritas pada Kamis (19/2/2026). Namun, mereka juga mengingatkan untuk mewaspadai potensi koreksi lanjutan menuju rentang 8.098-8.155, sebagai bagian dari manajemen risiko.
Berdasarkan analisis tersebut, berikut adalah sejumlah saham yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini, Kamis 19 Februari 2026:
BUVA – Buy on Weakness
Saham BUVA berhasil menguat 8,61% ke level 1.450, didominasi oleh volume pembelian yang kuat. Penguatan ini tidak hanya menembus klaster MA20 dan MA60, tetapi juga berhasil menutup area gap. Kami memproyeksikan, posisi BUVA saat ini berada pada bagian awal dari wave (5) dari wave [C].
Buy on Weakness: 1.350-1.450
Target Price: 1.595, 1.720
Stoploss: below 1.245
COIN – Buy on Weakness
COIN menunjukkan penguatan sebesar 4,52% ke level 1.965, disertai peningkatan volume pembelian yang signifikan. Selama COIN masih mampu bertahan di atas 1.800 sebagai level stoploss, posisinya saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
Buy on Weakness: 1.860-1.940
Target Price: 2.200, 2.410
Stoploss: below 1.800
INET – Buy on Weakness
Saham INET melonjak 11,98% ke level 430, didukung oleh peningkatan volume pembelian. Penguatan ini bahkan berhasil menembus dari MA20. Kami memperkirakan posisi INET saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B).
Buy on Weakness: 390-418
Target Price: 458, 494
Stoploss: below 362
PANI – Spec Buy
PANI menguat tipis 0,93% ke level 10.900, namun disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama PANI masih mampu berada di atas 10.225 sebagai level stoploss, maka posisi saham ini diperkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave 1.
Spec Buy: 10.575-10.800
Target Price: 11.725, 12.200
Stoploss: below 10.225
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.