Kualitas udara Tangsel, Pontianak, dan Bandung tercatat tak sehat pagi ini

Pagi ini, Kamis (19/2), kualitas udara di sejumlah kota besar Indonesia kembali menjadi sorotan. Serpong, Banten, tercatat berada dalam kategori tidak sehat, sebuah kondisi yang juga menimpa Pontianak di Kalimantan Barat dan Bandung di Jawa Barat. Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan serius terkait polusi udara di beberapa wilayah tanah air.

Advertisements

Data dari situs pemantau IQAir pada pukul 07.30 WIB mengonfirmasi bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di ketiga kota tersebut melampaui angka 150. Angka ini secara jelas mengindikasikan bahwa kualitas udara berada pada level tidak sehat. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, khususnya bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru, yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak IQAir pada Kamis (19/2) menegaskan, “Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan.” Pernyataan ini menjadi pengingat penting akan urgensi untuk lebih waspada.

Oleh karena itu, IQAir menyarankan agar masyarakat membatasi atau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama polusi udara mencapai tingkat tidak sehat. Sejalan dengan imbauan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah berulang kali mengingatkan pentingnya penggunaan masker, terutama saat berada di area dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi.

Advertisements

Baca juga:

  • Kualitas Udara Jakarta dan Tangerang Masuk Kategori Sehat Pagi Ini
  • KLH Setop Sumber Polusi Udara 8 Perusahaan di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang
  • Polusi Udara Kota Medan dan Pontianak Terburuk di RI Pagi Ini

Mempertegas kondisi yang mengkhawatirkan ini, berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pada pagi hari ini, berdasarkan data AQI:

  1. Serpong, Banten, mencatat poin AQI 175, berada dalam kategori tidak sehat.
  2. Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 169, juga masuk kategori tidak sehat.
  3. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 153, tergolong tidak sehat.
  4. Bogor, Jawa Barat, dengan poin AQI 117, dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  5. Bekasi, Jawa Barat, menunjukkan poin AQI 104, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Berbanding terbalik dengan daftar di atas, beberapa wilayah di Indonesia justru menunjukkan capaian positif. Palangkaraya di Kalimantan Tengah menempati posisi teratas sebagai kota dengan kualitas udara paling sehat pagi ini, dengan poin AQI hanya 8. Disusul oleh Pekanbaru, Riau, yang mencatat AQI 38, dan Kabupaten Badung, Bali, dengan AQI 46. Ketiga wilayah ini secara konsisten mempertahankan kualitas udara yang tergolong baik.

Pergeseran fokus ke skala global, Portland, Amerika Serikat, berhasil mencatatkan diri sebagai kota besar dengan kualitas udara paling sehat di dunia pagi ini, dengan poin AQI 6. Konsistensi dalam menjaga kualitas lingkungan juga terlihat dari dua kota Amerika Serikat lainnya, yaitu Salt Lake City dengan AQI 7 dan San Francisco dengan AQI 9.

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk. Lahore, Pakistan, menempati urutan teratas dengan poin AQI 273, yang menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Mengikutinya dalam daftar ini adalah:

  1. Dhaka, Bangladesh, dengan AQI 266, masuk kategori sangat tidak sehat.
  2. Kolkata, India, mencatat AQI 209, juga tergolong sangat tidak sehat.
  3. Delhi, India, dengan AQI 186, berada dalam kategori tidak sehat.
  4. Wuhan, Cina, menunjukkan AQI 170, tergolong tidak sehat.

Penting untuk dipahami bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah parameter vital yang mengukur konsentrasi berbagai polutan udara untuk menentukan kategori kualitas udara. Perhitungan indeks ini secara umum mempertimbangkan enam polutan utama yang menjadi ancaman kesehatan, yaitu partikulat halus PM2.5 dan PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, AQI diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berdasarkan rentang skornya:

  • Kategori Baik: skor AQI 0-50.
  • Kategori Sedang: skor AQI 51-100.
  • Kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: skor AQI 101-150.
  • Kategori Tidak Sehat: skor AQI 151-200.
  • Kategori Sangat Tidak Sehat: skor AQI 200-299.
  • Kategori Berbahaya: skor AQI 300-500.

Lebih jauh, perlu ditekankan bahwa kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat berpotensi besar merugikan kesehatan bagi segmen populasi yang terpapar. Bahkan, untuk kategori berbahaya, dampaknya bisa sangat serius, menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi seluruh populasi manusia.

Advertisements