Babaumma PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah yang telah mempersiapkan alokasi dana sebesar Rp2,86 triliun. Dana tunai ini disiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode krusial Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 Masehi, memastikan kelancaran transaksi di seluruh wilayah provinsi.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, yang mewakili Gubernur. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Gebyar Ramadan, yang berlangsung di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Rudi Dewanto menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan uang tunai masyarakat merupakan pola musiman yang konsisten terjadi setiap tahun selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Lonjakan permintaan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan transaksi konsumsi rumah tangga, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), serta beragam aktivitas sosial dan keagamaan yang intensif.
“Inisiatif BI Sulteng dalam menyiapkan dana sebesar Rp2,86 triliun adalah langkah strategis yang sangat vital. Ketersediaan dana ini akan memastikan bahwa seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara memadai, sehingga menjaga kelancaran roda aktivitas ekonomi, sosial, dan ibadah di Sulawesi Tengah selama momen spesial ini,” ujar Rudi Dewanto, menegaskan komitmen Bank Indonesia terhadap stabilitas ekonomi regional.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan komitmen kuat untuk mempererat sinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh mitra perbankan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah layak edar yang merata dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu implementasi nyata dari sinergi ini adalah penyediaan layanan kas keliling dan titik-titik penukaran uang yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“Layanan kas keliling dan penukaran uang ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap uang tunai, sekaligus meminimalkan potensi antrean panjang yang sering terjadi di satu titik layanan,” tambah Rudi Dewanto. Ia juga menekankan bahwa koordinasi yang solid antara Bank Indonesia, perbankan, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merupakan kunci utama keberhasilan dalam memastikan layanan optimal bagi publik.
Kegiatan penting ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, mitra perbankan, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat setempat. Dengan persiapan uang tunai yang matang dan upaya sinergis, BI Sulteng berharap dapat menjaga kelancaran transaksi keuangan, mendukung kegiatan ibadah, dan memperkuat stabilitas ekonomi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah selama Ramadan dan Idul Fitri.