Rebound IHSG di tengah volatilitas, ini sinyalnya

Babaumma – , JAKARTA – Pasar saham akhirnya mulai memperlihatkan sinyal pemulihan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan oleh berbagai sentimen negatif global yang kuat sejak awal pekan, kini kembali menggeliat dengan penguatan.

Advertisements

Reydi Octa, seorang Pengamat Pasar Modal, menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG dalam beberapa hari terakhir memang lebih banyak dipicu oleh dinamika sentimen global. Namun demikian, secara fundamental, kondisi ekonomi domestik Indonesia tetap relatif kokoh dan solid.

“Kenaikan harga komoditas, potensi pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun 2026, serta valuasi saham yang mulai menjadi lebih murah dapat menjadi katalis pendorong bagi IHSG untuk kembali rebound. Ini mengindikasikan bahwa meskipun volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, secara tren menengah IHSG masih memiliki ruang untuk stabil dan kembali menunjukkan penguatan,” ujar Reydi kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).

: Rekomendasi Saham Under Value Usai IHSG Terkoreksi, Ada MEDC hingga PTBA

Advertisements

Menilik pergerakan pasar saham, IHSG sepanjang pekan ini sempat ditutup dalam zona koreksi selama tiga hari perdagangan berturut-turut sejak Senin (2/3). Bahkan, pada penutupan perdagangan Rabu (4/3), koreksi IHSG cukup dalam, di mana hanya 61 saham yang berhasil menguat, dan seluruh indeks saham sektoral ditutup di zona merah. Namun, pada hari ini, Jumat (5/3), IHSG berhasil rebound dan ditutup menguat signifikan sebesar 1,76% ke level 7.710.

“Untuk memastikan adanya perubahan tren yang berkelanjutan, pasar modal masih perlu mencermati konsistensi aliran dana masuk dan berkurangnya dampak sentimen global. Jadi, dalam jangka pendek, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan pola rebound–konsolidasi,” jelas Reydi lebih lanjut.

: : IHSG Ditutup Rebound ke 7.710 Ditopang Saham BBCA, BBNI, dan BMRI

Mengamati peluang di tengah koreksi pasar, Reydi menilai bahwa penurunan yang terjadi kemarin justru membuka kesempatan menarik untuk akumulasi pada saham berfundamental kuat. Terutama di sektor perbankan besar dan sektor komoditas yang berpotensi kembali dilirik oleh investor, mengingat kedua sektor tersebut memiliki fundamental yang kokoh, likuiditas tinggi, serta sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global.

“Bagi para investor, strategi investasi bertahap tetap menjadi pendekatan yang lebih bijak di tengah volatilitas pasar yang masih berpotensi terjadi saat ini,” tandasnya.

: : Berburu Saham Potensi Cuan saat IHSG Loyo, Mana Rekomendasi Analis?

Pada perdagangan hari ini, sejumlah saham big caps yang menjadi penopang utama IHSG kembali menunjukkan penguatan. Mereka antara lain adalah saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang ditutup naik 3,27% ke Rp7.100, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 1,27% ke Rp75.800, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang ditutup naik 1,63% ke Rp3.750, hingga saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang ditutup menguat 0,55% ke Rp201.100.

Sementara itu, dalam daftar top gainers hari ini, penguatan tertinggi dipimpin oleh saham PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) yang melonjak 35% ke Rp270, diikuti saham PT Pikko Land Development Tbk. (RODA) yang naik 34,55% ke Rp74, saham PT Limitra Propertindo Tbk. (LAND) yang menguat 34,48% ke Rp78, sampai saham PT Bhuwantala Indah Permai Tbk. (BIPP) yang juga ditutup menguat 34,48% ke Rp78.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements