IHSG sesi anjlok 2,61% ke 7.509, rupiah melemah ke 16.920 per dolar AS

Perdagangan saham siang ini, Jumat (6/3), ditutup dengan performa yang kurang memuaskan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan tersebut harus rela merosot tajam, berakhir di zona merah dengan penurunan signifikan sebesar 2,61 persen, mencapai level 7.509,1 pada penutupan sesi I.

Advertisements

Kondisi pasar yang memerah ini tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah. Tercatat, sebanyak 645 saham mengalami penurunan, jauh melampaui 97 saham yang berhasil menguat, sementara 69 saham lainnya tetap stagnan. Aktivitas transaksi di pasar modal cukup ramai, dengan frekuensi mencapai 1,1 juta kali. Total volume perdagangan saham juga membukukan angka impresif, yakni 19,131 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,4 triliun.

Tak hanya pasar saham domestik, kondisi nilai tukar rupiah juga menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data dari Bloomberg, kurs rupiah siang ini bergerak lesu, terdepresiasi sebesar 15 poin atau setara 0,09 persen. Akibatnya, satu dolar AS diperdagangkan pada level Rp 16.920.

Sementara itu, pergerakan di bursa saham Asia menunjukkan gambaran yang bervariasi sepanjang perdagangan siang ini, dengan beberapa indeks utama berhasil mencatatkan penguatan.

Advertisements

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 berhasil menguat 0,27 persen, ditutup pada posisi 55.429. Demikian pula di Hong Kong, Indeks Hang Seng melonjak signifikan sebesar 1,85 persen, mencapai level 25.789. Pasar saham Tiongkok juga membukukan kenaikan, dengan Indeks SSE Composite naik tipis 0,25 persen ke 4.118,68. Namun, tidak semua bursa regional mencatat performa positif; Indeks Straits Times di Singapura justru tergelincir tipis 0,03 persen, mengakhiri perdagangan pada 4.845.

Advertisements