
Pada Senin (16/3), di tengah tekanan pasar yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat ambruk di bawah level 7.000, investor asing justru menunjukkan optimisme dengan mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,02 triliun. Fokus pembelian saham utama mereka terlihat pada sektor komoditas, di mana saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi incaran utama pada sesi perdagangan tersebut.
Menurut data dari Stockbit, investor asing memborong saham EMAS dengan nilai beli bersih tertinggi, mencapai Rp 564,6 miliar. Selain itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga menarik perhatian dengan net buy sebesar Rp 160,02 miliar. Menariknya, di tengah sentimen pasar yang lesu, harga saham EMAS justru melonjak signifikan hingga 17,86% ke level 9.075. Sementara itu, saham AADI mengalami sedikit koreksi, turun 0,24% menjadi 10.350 pada penutupan perdagangan hari itu.
Berbanding terbalik dengan agresivitas pembelian di sektor komoditas, investor asing justru melepaskan sebagian besar portofolio mereka di saham-saham bank besar. Aksi jual bersih terbesar tercatat pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 400,11 miliar, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 201,66 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 131,73 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 131,37 miliar. Dampaknya, harga saham BBCA turun 1,82% ke Rp 6.750, BBRI terkoreksi 0,85% ke 3.480, dan BMRI melemah 1,05% ke Rp 4.700. Uniknya, di tengah tekanan jual tersebut, saham BBNI mampu menguat 1,89% dan ditutup di level Rp 4.320.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (16/3), IHSG secara keseluruhan mengalami penurunan signifikan, yakni 1,61% atau 114,92 poin, sehingga ditutup pada level 7.022. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa volume transaksi sepanjang hari mencapai 31,79 miliar saham dengan frekuensi 1,67 juta kali transaksi, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun indeks melemah.
Total kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp 12.439 triliun, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 15,89 triliun. Potret pasar menunjukkan 180 saham mengalami penguatan, 542 saham terkoreksi, dan 98 saham stagnan. Dari segi nilai transaksi, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mendominasi dengan total perdagangan Rp 1,14 triliun, menjadikannya saham paling aktif. Kemudian diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp 865,06 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 699,87 miliar.
Meski transaksi saham masih didominasi oleh investor lokal sebesar 58%, porsi ini sejatinya telah menurun dari rata-rata tahunan 68%. Sebaliknya, porsi transaksi investor asing justru meningkat signifikan hingga 42% pada hari itu, menandakan peningkatan partisipasi mereka di pasar domestik. Secara keseluruhan, investor asing membukukan total pembelian saham senilai Rp 7,24 triliun dan penjualan saham sebesar Rp 6,24 triliun.
Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak diborong investor asing pada perdagangan Senin (16/3):
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 564,6 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 160,02 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 82,42 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 53,23 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 41,12 miliar
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 40,58 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 40,35 miliar
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 38,02 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 21,55 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 21,27 miliar