Trump minta pertemuan dengan Xi Jinping ditunda sebulan karena perang Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan bahwa Washington telah meminta penundaan jadwal pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Beijing. Penundaan “sekitar satu bulan” ini dikarenakan kondisi perang yang tengah berkecamuk dengan Iran, sebuah perkembangan yang memengaruhi agenda kunjungan kenegaraan Trump yang semula dijadwalkan pada akhir Maret.

Advertisements

Saat ditanya di Ruang Oval mengenai kelanjutan rencana perjalanan tersebut, Trump mengungkapkan ketidakpastiannya, “Saya tidak tahu, kami sedang mengupayakannya sekarang.” Ia menambahkan, “Kami tengah berdialog dengan Tiongkok. Sejujurnya, saya sangat ingin pergi, namun karena situasi perang yang sedang berlangsung, saya merasa perlu untuk tetap berada di sini. Saya pikir kehadiran saya sangat dibutuhkan,” demikian pernyataan Trump yang dikutip CNBC pada Senin (16/3) waktu setempat. Oleh karena itu, AS telah mengajukan permintaan agar pertemuan ini ditunda sekitar satu bulan.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia sangat menantikan momen pertemuannya dengan Xi Jinping, sembari memuji hubungan baik yang telah terjalin di antara kedua pemimpin negara tersebut. Ia menjelaskan lebih lanjut, “Tidak ada triasat atau agenda tersembunyi di balik ini. Ini sangat lugas. Kita sedang berperang, dan saya merasa penting bagi saya untuk berada di sini.” Sejak beberapa waktu lalu, para pejabat tinggi pemerintahan Trump, termasuk Presiden sendiri, memang telah mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi besar mengganggu agenda pertemuan tingkat tinggi yang direncanakan di Tiongkok.

Trump Minta Cina Bantu Buka Blokade Selat Hormuz

Advertisements

Sebelumnya, pada Minggu (15/3), dalam wawancaranya dengan Financial Times, Trump secara tegas menyatakan bahwa Tiongkok – sebagai salah satu pembeli utama ekspor minyak Iran dan negara yang menentang peperangan – memiliki peran krusial dalam membantu Amerika Serikat mengakhiri blokade de facto yang diterapkan Iran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan koridor energi global yang vital bagi perekonomian dunia. Menurut Trump, akan sangat terlambat jika menunggu hingga pertemuan puncak dengan Xi Jinping rampung untuk mengambil tindakan terkait isu krusial ini.

Namun, pernyataan Trump tersebut kemudian sedikit dilunakkan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Dalam penjelasannya kepada program “Squawk Box” CNBC pada Senin (16/3) pagi, Bessent mengemukakan bahwa segala kemungkinan penjadwalan ulang pertemuan puncak semata-mata didasari oleh alasan logistik. Bessent secara spesifik menegaskan, “Penundaan itu tidak akan terjadi karena presiden menuntut agar Tiongkok menjaga keamanan Selat Hormuz.” Kendati demikian, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan indikasi berbeda saat berbicara kepada Fox News, menyatakan bahwa “sangat mungkin” pertemuan tersebut memang akan ditunda.

Advertisements