
Pergerakan arus mudik menjelang Idulfitri 1447 H dilaporkan masih terus berlanjut. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat, hingga Minggu (22/3) atau H+1 Lebaran, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta. Angka signifikan ini merepresentasikan sekitar 56,9% dari total proyeksi pemudik yang diperkirakan melakukan perjalanan pada tahun ini.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, memperkirakan volume kendaraan yang keluar dari Jakarta akan terus meningkat hingga akhir hari. Di tengah kepadatan lalu lintas ini, Marupa juga menyoroti data kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan. Selama periode Operasi Ketupat 2026 berlangsung, tercatat 292 insiden kecelakaan yang telah terjadi.
Insiden-insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka, dengan delapan orang meninggal dunia, 60 orang mengalami luka berat, dan 489 orang menderita luka ringan. Selain kerugian jiwa dan raga, kecelakaan ini juga menimbulkan estimasi kerugian materiil yang mencapai angka Rp 206 juta. Menghadapi kondisi ini, Polri secara tegas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menekan angka kecelakaan di jalan.
“Kami mengimbau para pelancong, terutama yang menuju destinasi wisata, agar mengutamakan keselamatan. Tetap berhati-hati saat berada di area wisata air seperti sungai, pantai, maupun kolam renang,” tegas Marupa, mengingatkan pentingnya kehati-hatian tidak hanya di jalan raya tetapi juga di lokasi-lokasi rekreasi yang ramai dikunjungi.
Baca juga:
- Indosat (ISAT) Bakal Gelar RUPST Mei 2026, Catat Jadwal dan Syaratnya
- Penumpang Mudik Angkutan Umum Tembus 10 Juta hingga H-1 Lebaran, Naik 9,23%
- KPK Sebut Tahanan Lain Bisa Meminta Jadi Tahanan Rumah seperti Yaqut
Strategi Arus Balik: WFA dan Diskon Tol
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada fase arus balik, Polri mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis. Pemudik disarankan untuk mengatur jadwal kepulangan mereka secara cermat guna menghindari penumpukan kendaraan yang dapat memicu kemacetan parah. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang telah disiapkan.
Marupa menjelaskan, “Melalui kebijakan WFA, perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu, sehingga mengurangi beban lalu lintas di jalan-jalan utama.” Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk pemerataan lalu lintas selama periode liburan.
Selain fleksibilitas waktu kerja, pemerintah juga menawarkan insentif menarik berupa diskon tarif tol. Fasilitas ini akan berlaku pada tanggal 26-27 Maret 2026, dan diharapkan dapat memotivasi warga untuk melakukan perjalanan pulang lebih awal atau lebih lambat. Dengan demikian, efisiensi perjalanan dapat meningkat dan kepadatan di jalan tol dapat diminimalisir.
Marupa mengungkapkan harapannya bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang suportif dan kedisiplinan tinggi dari masyarakat akan mampu mewujudkan periode arus mudik dan balik yang tidak hanya aman tetapi juga terkendali. Ini adalah upaya bersama untuk memastikan semua perjalanan pemudik berlangsung lancar dan minim risiko.