Prabowo jamin utamakan kepentingan nasional soal tarif resiprokal AS

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil memperoleh perlakuan khusus dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kesepakatan tarif dagang resiprokal melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Klaim ini menandai sebuah langkah strategis yang disebut Prabowo sebagai keuntungan besar bagi posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

Advertisements

Menurut Prabowo, seluruh detail perjanjian tersebut telah melalui serangkaian pertimbangan mendalam sebelum pemerintah sepakat untuk menyetujuinya. Salah satu poin krusial yang berhasil dicapai adalah penurunan tarif dari 32% menjadi 19%, yang dipandang sebagai indikator positif atas komitmen kedua belah pihak dalam memfasilitasi perdagangan. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Indonesia mendapatkan privilese khusus yang tidak dinikmati negara lain dalam perjanjian serupa dengan AS.

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Prabowo saat berdiskusi intensif dengan sejumlah pakar dan jurnalis senior. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai Selasa malam (17/3) hingga dini hari Rabu (18/3). Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa keistimewaan yang diberikan oleh Presiden AS Donald Trump berupa klausul adaptasi yang memungkinkan Pemerintah Indonesia untuk tetap memiliki ruang negosiasi, bahkan membatalkan perjanjian, jika dirasa merugikan kepentingan nasional Indonesia.

“Dalam perjanjian kemarin, kami sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat klausul penyesuaian,” tegas Prabowo dalam keterangan pers yang dikutip pada Senin (23/3). Ia menambahkan, “Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya.” Penekanan pada kedaulatan dan kepentingan negara ini menjadi inti dari keputusan Indonesia untuk melanjutkan kesepakatan tersebut.

Advertisements

Dari kesepakatan ART ini, Indonesia diyakini memperoleh keuntungan signifikan. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, termasuk produk unggulan seperti kopi dan minyak sawit, dilaporkan mendapatkan fasilitas tarif nol persen. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi ekspor Indonesia dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk domestik di pasar internasional.

Menariknya, di tengah dinamika ini, negara tetangga Malaysia yang juga sempat menandatangani perjanjian dagang dengan AS, justru menyatakan pembatalan kesepakatan mereka. Keputusan Malaysia ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang mencabut kebijakan tarif resiprokal Trump. Namun, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mengambil langkah yang berbeda, berlandaskan perhitungan rasional dan selalu mengutamakan kepentingan nasional. “Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” pungkasnya, menunjukkan keyakinan akan langkah strategis yang telah diambil.

Advertisements