
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) kembali menegaskan posisinya sebagai entitas keuangan dengan tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah. Hal ini dikukuhkan melalui afirmasi peringkat nasional jangka panjang ‘AAA(idn)’ dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia (Fitch) untuk periode 2026–2027.
Peringkat bergengsi ‘AAA(idn)’ ini bukan sekadar simbol, melainkan sebuah pengakuan bahwa KB Bank berada pada kategori peringkat tertinggi dalam skala nasional, merefleksikan ekspektasi paling rendah terhadap risiko gagal bayar dibandingkan seluruh emiten lain di Indonesia. Tak hanya itu, Fitch juga mengafirmasi sejumlah peringkat instrumen obligasi yang diterbitkan oleh KB Bank, termasuk obligasi berkelanjutan dan obligasi subordinasi, menunjukkan kepercayaan menyeluruh terhadap soliditas keuangan Perseroan.
Pencapaian luar biasa ini merupakan cerminan dari fundamental KB Bank yang terus diperkuat melalui strategi transformasi bisnis yang agresif dan pengelolaan risiko yang prudent. Keberhasilan ini semakin menonjol mengingat kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, termasuk volatilitas pasar keuangan, tensi geopolitik, serta perubahan arah kebijakan moneter global.
Kekuatan KB Bank juga ditopang secara signifikan oleh dukungan kuat dari pemegang saham pengendali, yakni KB Financial Group (KBFG). Dalam laporannya, Fitch menyoroti peran krusial KBFG sebagai salah satu grup jasa keuangan terbesar di Korea Selatan dengan jaringan global yang luas. KBFG dinilai memiliki kapasitas dan komitmen yang teguh untuk mendukung operasional serta memperkuat permodalan KB Bank di Indonesia.
Menyikapi afirmasi peringkat ini, Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyampaikan apresiasinya. “Kami menyambut baik afirmasi peringkat ‘AAA(idn)’ dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat ini mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap fundamental KB Bank yang semakin solid serta dukungan kuat dari KB Financial Group sebagai pemegang saham pengendali kami,” ujar Kunardy dalam keterangan tertulis pada Senin (30/3).
Lebih lanjut, Kunardy menambahkan bahwa di tengah fluktuasi global, sistem perbankan Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang baik, didukung oleh stabilitas makroekonomi, likuiditas yang memadai, serta pengawasan yang kuat dari regulator. Hal ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan fondasi dukungan grup yang kokoh, implementasi strategi transformasi yang berkelanjutan, serta fokus pada penguatan kualitas aset, permodalan, dan manajemen risiko, KB Bank optimistis dapat terus meningkatkan kinerja secara berkesinambungan dan berkontribusi secara signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.