
Presiden Prabowo Subianto kerap menjadi sorotan publik karena inisiatifnya yang menggunakan dana pribadi untuk membiayai sejumlah agenda pemerintahan. Langkah ini mencakup pendanaan tahap awal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyelenggaraan retreat Kabinet Merah Putih di Magelang, hingga menanggung biaya tambahan di luar anggaran negara saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
Terkait frekuensi perjalanan dinas luar negeri yang sempat disorot oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi. Teddy menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan luar negeri yang melebihi pagu anggaran negara ditanggung sepenuhnya oleh kantong pribadi Presiden Prabowo. Penjelasan tersebut disampaikan melalui video resmi di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6).
Pola pendanaan mandiri ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menggunakan dana pribadinya untuk membiayai uji coba Program Makan Bergizi Gratis di beberapa wilayah, salah satunya di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan pada 6 Januari 2025 bahwa penggunaan dana pribadi tersebut dilakukan saat transisi sebelum anggaran negara siap sepenuhnya. Saat ini, program MBG yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat telah resmi dijalankan menggunakan APBN senilai Rp71 triliun yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain program makan bergizi, Presiden Prabowo juga dilaporkan membiayai sendiri kegiatan retreat Kabinet Merah Putih yang berlangsung di Magelang pada 24-27 Oktober 2024. Informasi ini sempat ramai diperbincangkan karena berbeda dari prosedur lazim kegiatan kenegaraan yang biasanya menggunakan APBN.
Menanggapi hal tersebut, Hasan Nasbi menjelaskan bahwa persiapan retreat telah dilakukan sejak satu bulan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2024. Karena kegiatan direncanakan sebelum masa jabatan resmi dimulai, Prabowo tidak menggunakan anggaran Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Sekretariat Negara.
“Beliau tidak mungkin menggunakan dukungan dari Kementerian Pertahanan karena ini bukan untuk kegiatan kementerian pertahanan,” ungkap Hasan dalam keterangan video kepada awak media pada Senin (28/10/2024). Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa penggunaan dana pribadi tersebut merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga efisiensi anggaran negara selama masa transisi maupun pelaksanaan tugas kepresidenan.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menggunakan dana pribadi untuk membiayai berbagai agenda strategis pemerintahan, termasuk uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyelenggaraan retreat Kabinet Merah Putih di Magelang, hingga biaya tambahan perjalanan dinas luar negeri yang melampaui pagu anggaran negara. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen efisiensi, terutama saat masa transisi sebelum anggaran negara tersedia atau ketika kegiatan tidak termasuk dalam pos pengeluaran kementerian terkait.
Sekretaris Kabinet dan pihak Istana menegaskan bahwa pendanaan mandiri ini merupakan inisiatif pribadi Presiden demi menjaga efektivitas tugas kenegaraan. Saat ini, program utama seperti MBG yang mencakup jutaan penerima manfaat telah resmi didanai melalui APBN sebesar Rp71 triliun yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Penggunaan dana pribadi tersebut terbukti membantu kelancaran kegiatan pemerintahan sejak awal masa jabatan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.