PT Agrinas Pangan Nusantara mengumumkan dimulainya operasional serentak Koperasi Desa Merah Putih pada 30 Juli 2026, sebuah inisiatif ambisius yang digulirkan di tengah kondisi aktivitas ritel di pedesaan yang saat ini masih cenderung sepi. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa fase awal program vital ini akan menitikberatkan pada proses rekrutmen sumber daya manusia dan penentuan model bisnis yang paling relevan untuk masing-masing daerah.
Joao menjelaskan lebih lanjut bahwa model usaha koperasi tidak akan diseragamkan secara nasional. Setiap desa diberikan keleluasaan penuh untuk menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan, disesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki. Pendekatan ini memastikan bahwa koperasi dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan, selaras dengan karakteristik ekonomi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam konteks kepemilikan dan pengelolaan, Joao menegaskan bahwa koperasi akan sepenuhnya berada di tangan masyarakat desa. “Pemilik operasinya adalah seluruh rakyat yang hidup di desa itu,” ujarnya, menekankan prinsip ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan komunitas. Dengan demikian, seluruh aktivitas usaha yang dijalankan diharapkan mampu secara akurat mencerminkan kebutuhan serta karakteristik ekonomi setempat.
Untuk sektor ritel, PT Agrinas Pangan Nusantara akan mengambil peran dalam pengelolaan. Namun, pengembangan usaha lain di luar ritel akan sepenuhnya disesuaikan dengan potensi ekonomi di masing-masing wilayah, seperti sektor produksi atau komoditas unggulan desa. Hal ini memungkinkan diversifikasi usaha yang relevan dan memperkuat pondasi ekonomi lokal.
Joao juga memaparkan progres pembangunan koperasi yang saat ini tengah berjalan dengan signifikan. Ia menyebutkan bahwa ribuan unit telah mencapai tahap penyelesaian, dengan 6.052 unit telah rampung 100%, sementara lebih dari 6.061 unit lainnya sedang dalam tahap pengerjaan.
Baca juga:
- Bos Agrinas Ungkap Alasan Harga Barang di Koperasi Merah Putih Lebih Murah
- Bos Agrinas Akui Belum Tahu Skema Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih
- Purbaya Ngaku Tak Tahu Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih
Progres pembangunan ini sejalan dengan target ambisius yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau akrab disapa Zulhas. Ia menargetkan pembangunan 29.000 unit Koperasi Merah Putih rampung pada Mei 2026. “Yang 29.000 (Kopdes Merah Putih) sudah ada lahan segala macam. Sampai Mei–Juni mudah-mudahan bisa diselesaikan,” ujar Zulhas beberapa waktu lalu.
Setelah pembangunan fisik rampung, tahap berikutnya adalah memastikan operasional koperasi berjalan dengan optimal. Koperasi Desa Merah Putih akan diisi dengan berbagai kebutuhan esensial masyarakat, mulai dari pupuk, gas LPG 3 kilogram, sembako, hingga sarana distribusi penting lainnya. Zulhas menambahkan bahwa koperasi ini tidak hanya akan menyuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetapi juga akan berfungsi sebagai wadah untuk menampung dan memasarkan hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di desa, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.