Transaksi QRIS di Malang Tembus Rp2,13 Triliun hingga Maret 2026

MALANG— Transformasi digital di sektor keuangan wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang menunjukkan progres signifikan. Hingga Maret 2026, nilai transaksi menggunakan QRIS di wilayah tersebut berhasil menembus angka Rp2,13 triliun.

Advertisements

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, memaparkan bahwa Kota Malang menjadi kontributor utama dengan nilai transaksi mencapai Rp1,27 triliun atau setara dengan 60% dari total keseluruhan. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan pengguna yang melonjak hingga 182% secara tahunan (yoy).

“Pencapaian ini sangat membanggakan. QRIS sudah mendarah daging dan menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat Kota Malang,” ujar Indra dalam ajang QRISMA Festival 2026, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Realisasi Penyerapan Beras Bulog Malang Tembus 55,1 juta Kg

Advertisements

Bertepatan dengan momentum hari jadi Kota Malang ke-112, Indra menilai bahwa kota ini telah membuktikan kematangan dalam adaptasi teknologi. Usia 112 tahun bagi Kota Malang bukanlah usia yang renta, melainkan fase matang yang menempatkan kota ini sebagai hub digital dengan potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.

Sebagai upaya memperkuat ekosistem digital, BI Malang menggelar QRISMA (QRIS untuk UMKM dan Masyarakat) volume pertama yang berlangsung dari 4 hingga 7 Mei 2026. BI berkomitmen penuh untuk terus mendorong digitalisasi guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Libur Panjang, Kegiatan Dunia Usaha di Wilker BI Malang Meningkat pada Kuartal I/2026

“Kami mendorong peningkatan transaksi nontunai tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga merambah ke sektor pariwisata hingga sistem keuangan pemerintah daerah. Saat ini, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban,” tambah Indra. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, sektor perbankan, dan OJK untuk mengintegrasikan ekonomi digital ke dalam sendi kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Bulog Malang Kejar Penyerapan 79.000 Ton Beras sampai akhir 2026

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi atas peran perbankan dan BI dalam mendorong literasi keuangan digital. Menurutnya, penggunaan QRIS kini semakin memasyarakat berkat edukasi berkelanjutan, terutama di kawasan ikonik seperti Heritage Kajoetangan.

“Gerakan ini membawa perubahan dari tradisi ke transaksi. Kami ingin tetap menjunjung nilai sejarah sambil merangkul kemajuan zaman,” kata Wahyu. Ia menambahkan bahwa kawasan peninggalan kolonial seperti Kota Lama kini telah menjadi aset bernilai tinggi yang dikelola dengan pendekatan kreatif.

Integrasi antara pelestarian budaya dan modernisasi digital terbukti sukses menghidupkan kembali kawasan bersejarah di Malang. Melalui arahan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perpaduan antara kafe-kafe bernuansa heritage dan kemudahan pembayaran nontunai terbukti menjadi daya tarik utama bagi wisatawan sekaligus penggerak roda ekonomi lokal.

Ringkasan

Nilai transaksi QRIS di wilayah kerja Bank Indonesia Malang mencapai Rp2,13 triliun hingga Maret 2026, dengan Kota Malang sebagai kontributor utama sebesar Rp1,27 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pengguna sebesar 182% secara tahunan, yang menjadikan QRIS sebagai bagian integral dari gaya hidup masyarakat setempat. Bank Indonesia terus berupaya memperluas digitalisasi ke sektor pasar tradisional, pariwisata, dan sistem keuangan pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Malang turut mengapresiasi sinergi yang berhasil memadukan pelestarian budaya dengan modernisasi sistem pembayaran, terutama di kawasan wisata sejarah seperti Heritage Kajoetangan. Melalui ajang QRISMA Festival 2026, diharapkan integrasi ekonomi digital dan budaya dapat terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Digitalisasi kini dipandang bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kewajiban bagi seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Advertisements