Cek kisi-kisi dividen Timah (TINS) yang bakal gelar RUPST

JAKARTA – PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), emiten di bawah naungan Grup MIND ID, telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Rencana ini diumumkan perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (6/5/2025), dengan agenda pemanggilan rapat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (21/5/2026) melalui situs KSEI dan BEI.

Advertisements

Salah satu agenda yang dinantikan investor dalam RUPST adalah keputusan mengenai pembagian dividen. Secara historis, TINS memang kerap memanfaatkan momentum RUPST untuk menentukan besaran laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham.

Sebagai gambaran, pada tahun buku 2024, perusahaan tambang pelat merah ini membagikan dividen sebesar Rp474,65 miliar atau setara Rp63,73 per saham. Angka tersebut merepresentasikan rasio tebaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 40% dari total laba tahun buku 2024 yang mencapai Rp1,18 triliun. Adapun sisa 60% dari laba sebesar Rp711,98 miliar dicatatkan sebagai saldo laba yang belum dicadangkan.

Sebaliknya, pada tahun buku 2023, TINS sempat absen membagikan dividen. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena perseroan mengalami kerugian sebesar Rp449 miliar. “Kami membukukan kerugian yang cukup besar Rp449 miliar. Oleh karena itu, memutuskan tidak membagikan dividen,” ujar Fina dalam RUPST tahun buku 2023 yang digelar pada Rabu (8/5/2024).

Advertisements

Jika menilik rekam jejak selama periode 2021—2025, tahun 2023 menjadi satu-satunya periode di mana TINS tidak membagikan dividen. Pada tahun buku 2022, perseroan membagikan dividen sebesar Rp41,95 per saham dengan payout ratio 30%. Sementara pada tahun buku 2021, dividen yang dibagikan mencapai Rp61,22 per saham atau sebesar Rp455,97 miliar, dengan rasio 35% yang disalurkan pada 24 Juni 2022.

Proyeksi Dividen Tahun Ini

Optimisme investor kini meningkat seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang solid. Sepanjang tahun 2025, TINS berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun, angka yang melampaui target sebesar 119%. Kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 6,41% menjadi Rp11,55 triliun, dibandingkan Rp10,86 triliun pada tahun 2024. Peningkatan pendapatan ini didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata logam timah di pasar.

Berkaca pada tren historis di mana dividend payout ratio TINS berkisar antara 30% hingga 40%, perseroan berpeluang untuk kembali membagikan dividen dengan estimasi nilai berkisar antara Rp393 miliar hingga Rp524 miliar pada tahun ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk memutuskan pembagian dividen tahun buku 2025. Agenda ini sangat dinantikan investor mengingat rekam jejak perusahaan yang fluktuatif dalam membagikan laba, di mana perusahaan sempat absen membagikan dividen pada tahun buku 2023 akibat kerugian finansial.

Kinerja keuangan perusahaan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan laba bersih mencapai Rp1,31 triliun memicu optimisme investor akan pembagian dividen kembali. Berdasarkan rasio historis sebesar 30% hingga 40%, perseroan diperkirakan berpeluang membagikan dividen dengan estimasi nilai berkisar antara Rp393 miliar hingga Rp524 miliar.

Advertisements