Danantara Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Nilai Proyek Rp522,79 Triliun

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara resmi menyatakan bahwa Indonesia bersiap melakukan ekspor listrik berbasis energi bersih ke Singapura. Proyek ambisius yang menjadi tonggak baru bagi sektor energi nasional ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun 2024.

Advertisements

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi intensif dengan jajaran pemimpin Singapura. Saat ini, beberapa perusahaan tanah air tercatat telah mengantongi izin sementara atau conditional license dari pemerintah Singapura untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Terdapat sekitar 6-7 perusahaan yang telah mengantongi conditional license dari pihak Singapura. Saat ini, kami sedang melakukan pendekatan dan penjajakan untuk menjalin kerja sama strategis,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/5).

Pandu menambahkan, momentum kerja sama ini diprediksi akan semakin kuat seiring rencana pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura pada bulan depan. Pertemuan tingkat tinggi tersebut diharapkan menjadi katalisator bagi dimulainya proyek ekspor listrik energi baru terbarukan (EBT) ini.

Advertisements

Proyek ini diproyeksikan memiliki nilai investasi fantastis, yakni mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 522,79 triliun. Dengan kapasitas mencapai 3 gigawatt, inisiatif ini digadang-gadang sebagai salah satu proyek energi terbarukan terbesar di kawasan regional saat ini.

Selain menyasar pasar luar negeri, Pandu menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia yang tengah memacu pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt guna menopang kebutuhan energi domestik di masa depan.

“Ekspor ke Singapura ini sebenarnya hanya mencakup persentase kecil dari total proyek yang kita kembangkan. Fokus utama kami tetap memastikan kebutuhan energi nasional terpenuhi dengan optimal,” pungkas Pandu.

Baca juga:

  • Danantara Bakal Tambah Investasi di GOTO: Kami Ingin Untung
  • KSAL Sebut Jepang Tawari RI Kapal Selam dan Fregat Kelas Mogami
  • Danantara Beri Sinyal Bawa Holding WtE Denera IPO di BEI, Begini Skenarionya

Ringkasan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap mengekspor listrik berbasis energi bersih ke Singapura dengan target operasional mulai akhir 2024. Proyek ini melibatkan 6-7 perusahaan Indonesia yang telah mengantongi izin sementara, dengan nilai investasi mencapai Rp522,79 triliun untuk kapasitas 3 gigawatt.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa ekspor ini hanya mencakup sebagian kecil dari pengembangan energi nasional. Fokus utama tetap diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan listrik domestik melalui target pembangunan kapasitas hingga 100 gigawatt di masa depan.

Advertisements