
Isu mengenai dugaan kebocoran data nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tengah menjadi sorotan hangat di berbagai platform media sosial. Menanggapi keresahan publik tersebut, manajemen BCA dengan tegas memastikan bahwa seluruh sistem keamanan data dan informasi nasabah tetap terjaga dengan aman.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa kabar mengenai kebocoran data tersebut adalah tidak benar. Pihak manajemen telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan bahwa tidak ada kebocoran data yang terjadi pada sistem internal perseroan.
“Sehubungan dengan informasi di media sosial yang menyebutkan adanya kebocoran data BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ungkap Hera dalam pernyataan resminya, Jumat (22/5).
Dalam menjaga integritas layanan, BCA secara konsisten menerapkan sistem keamanan berlapis untuk melindungi data pribadi serta transaksi digital nasabah. Selain itu, perseroan juga rutin melakukan mitigasi risiko untuk menangkal berbagai potensi ancaman siber yang mungkin muncul.
Di samping upaya perlindungan dari sisi perbankan, BCA turut mengimbau nasabah untuk selalu waspada terhadap segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan bank. Nasabah diingatkan untuk tidak membagikan data perbankan yang bersifat rahasia, seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP), maupun Personal Identification Number (PIN) kepada pihak mana pun.
Sebagai langkah preventif tambahan, BCA menyarankan kepada seluruh nasabah agar secara berkala melakukan pergantian PIN dan password guna meningkatkan keamanan akun masing-masing.
Isu kebocoran data ini pertama kali mencuat setelah akun pemantau aktivitas ilegal dan ancaman siber di dark web, yakni DailyDarkWeb, mengunggah informasi terkait dugaan penjualan data nasabah perbankan Indonesia. Dalam unggahan tersebut, kelompok peretas mengeklaim memiliki sekitar 890 ribu akses mobile banking serta 4,9 juta data basis pelanggan yang dikaitkan dengan nasabah perbankan di Indonesia. Meskipun unggahan tersebut menyertakan logo BCA, manajemen menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar.
Data yang diklaim diperjualbelikan tersebut mencakup informasi pribadi terkait layanan perbankan serta sejumlah data internal yang disebut terhubung dengan akun pelanggan. Meski begitu, pihak BCA kembali menegaskan bahwa sistem mereka tetap aman dan tidak ada kebocoran data yang terjadi dari pihak perseroan.
Ringkasan
Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi membantah isu kebocoran data nasabah yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Berdasarkan hasil investigasi menyeluruh, pihak bank memastikan bahwa sistem keamanan data internal perseroan tetap terjaga dengan aman dan klaim yang beredar di platform ilegal tersebut tidaklah benar.
Untuk melindungi integritas layanan, BCA terus menerapkan sistem keamanan berlapis serta melakukan mitigasi risiko siber secara rutin. Nasabah juga diimbau agar tetap waspada terhadap modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP, serta disarankan untuk mengganti kata sandi akun secara berkala.