Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui anak usahanya, Danantara Investment Management (DIM), resmi mengumumkan 85 entitas yang lolos dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) gelombang kedua untuk proyek Waste to Energy (WtE). Pengumuman ini disampaikan pada Jumat (22/5) sebagai langkah strategis dalam pengembangan dan pengelolaan Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.
Para peserta yang berhasil lolos seleksi ini nantinya akan menjadi calon mitra kerja sama dalam menggarap proyek PSEL di berbagai wilayah. Antusiasme terhadap proyek ini tampak meningkat pesat, dengan jumlah peserta yang melonjak signifikan dari 24 entitas pada gelombang pertama menjadi 85 entitas pada seleksi tahap kedua. Keikutsertaan ini mencakup perusahaan maupun konsorsium, baik dari dalam negeri maupun internasional.
Sejumlah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut ambil bagian dalam daftar bergengsi tersebut, di antaranya PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Kehadiran emiten-emiten tersebut mencerminkan besarnya minat korporasi besar dalam mendukung solusi pengelolaan sampah terintegrasi di tanah air.
CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, menyatakan bahwa tingginya partisipasi dalam proses seleksi ini membuktikan bahwa proyek PSEL memiliki daya tarik investasi yang sangat kuat. “Kami terus berkomitmen memastikan seluruh proses seleksi mitra PSEL dilakukan secara transparan dan kompetitif. Tujuannya adalah menghasilkan mitra berkualitas yang mampu mendukung pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus berkontribusi dalam mengatasi darurat sampah di Indonesia,” ujar Fadli dalam keterangan resminya, Jumat (22/5).
Ke depan, DIM dijadwalkan akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada seluruh peserta yang lolos seleksi DPT BUPP PSEL. Terkait prosedur dan jadwal tahap selanjutnya, pihak DIM akan menyampaikan informasi tersebut secara terpisah kepada para mitra terpilih.
Dalam daftar tersebut, keterlibatan emiten terlihat melalui berbagai konsorsium strategis. DAAZ tercatat tergabung dalam Konsorsium Daaz Jinjiang Green Energy dan Konsorsium ZNJJ Daaz Green Energy. MEDC berpartisipasi melalui Konsorsium Sinergi Mitra Citra bersama Samsung E&A dan China TianYing. OASA bergabung dalam Konsorsium Grandblue Maharaksa, sementara BIPI masuk melalui Konsorsium Mentari Citra Lestari yang terafiliasi dengan Grup Bakrie. Sebagai catatan, PT Bakrie Capital Indonesia sebelumnya telah memperkuat posisinya dengan meningkatkan kepemilikan saham di BIPI hingga mencapai 6% pada awal 2026.
Berikut adalah daftar lengkap 85 entitas yang masuk dalam DPT proyek WtE Danantara gelombang kedua:
- Beijing GeoEnviron Engineering & Technology (IEHC Consortium)
- Cevia Enviro Inc
- China Conch Venture Holdings Limited
- China Construction First Group Co.
- China Everbright Environment Group Limited
- China National Environmental Protection Group Co., Ltd. (CNEPG)
- China National Machinery Import & Export Corporation (CMC)
- China Sciences Ecorizon Tech Co., Ltd. (CSET)
- China Tianying Inc. (CNTY)
- Chongqing Sanfeng Environment Group Corporation Limited
- Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd.
- GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
- Grandblue Environment Co., Ltd.
- Grandtop Yongxing Group Co., Ltd
- Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
- ITOCHU Corporation
- JFE Engineering Corporation
- Kanadevia Corporation
- Keppel Seghers
- Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
- POSCO Eco & Challange Co., Ltd.
- PT Jinjiang Environment Indonesia
- PT MCC Technology Indonesia (MCC)
- QiaoYin City Management Co., Ltd
- Samsung E&A
- Sichuan Energy Investment Group Co., Ltd.
- SUEZ (Asia Pacific) Limited
- Sumitomo Corporation
- SUS Indonesia Holding Limited
- Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd.
- Veolia Environment SA
- Wangneng Environment Co., Ltd.
- Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
- Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
- Konsorsium Alam Lestari: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Tumbuh Ganda Sejahtera – PT Energi Infranusantara
- Konsorsium Aruna Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium Baruna Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc
- Konsorsium Bio Power: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT PLN Indonesia Power Renewables
- Konsorsium Bumi Biru Indonesia: SUS Indonesia Holding Limited – PT Indoplas Dewata Energi
- Konsorsium Bumi Green Energy: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Bumi Karsa
- Konsorsium Bumi Lestari Indonesia: PT Chandra Capital Indonesia – Wangneng Environment Co., Ltd
- Konsorsium Cakra Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd. – CITICC International Investment Limited
- Konsorsium Cakrawala Energi Andalas: SUS Indonesia Holding Limited – PT Uptrans Teknologi
- Konsorsium CEVIA Enviro Inc. – PT Adyawinsa Electrical & Power
- Konsorsium CEVIA Enviro Inc. – PT Daya Mulia Turangga
- Konsorsium CEVIA Enviro Inc. – PT Mega Power Mandiri
- Konsorsium Conch Venture Global Ekuitas Nusantara: China Conch Venture Holdings Limited – PT Global Ekuitas Nusantara
- Konsorsium Daaz Jinjiang Green Energy: PT Perkasa Eka Cipta Investama – PT Jinjiang Environment Indonesia
- Konsorsium Dharma Energi Lestari: GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd – PT Pertamina Power Indonesia
- Konsorsium Elang Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – Chongqing Sanfeng Environment Group Co Ltd
- Konsorsium Energi Sentosa Indonesia: PT Chandra Capita Indonesia – Veolia Environment SA
- Konsorsium Erajaya Eco Energi: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Era Prima Indonesia
- Konsorsium Erajaya Solusi Energi: SUS Indonesia Holding Limited – PT Era Prima Indonesia
- Konsorsium Everbright Cemerlang Energy: China Everbright Environment Group Limited – PT Harmoni Development Indonesia – PT Bioregen Enviro Tech
- Konsorsium Fajar Energi Lestari: PT Pertamina Power Indonesia – GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd
- Konsorsium GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co Ltd – PT PLN Indonesia Power Renewables
- Konsorsium GeoEnviron Nusantara: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – Huanxing Environment Protection
- Konsorsium Grandblue Maharaksa: Grandblue – PT Maharaksa Biru Energi – PT Indoplas Dewata Energi
- Konsorsium Huanxing Environment Protection – Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
- Konsorsium Huanxing Environment Protection – PT Famindo Inovasi Teknologi
- Konsorsium Hunan Junxin Environmental Protection Co., Ltd – Ossia International Limited – PT Widya Karya Persada
- Konsorsium Hyderabad – Ramky – Re Sustainability
- Konsorsium Indonesia Energi Hijau: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Awal Bross Putra Medika – PT Riau Perkasa Energi – PT Patimban Banyu Nagara Utama
- Konsorsium Langit Biru Indonesia: PT Chandra Capital Indonesia – PT Bioregen Enviro Tech
- Konsorsium Langit Cerah: PT Chandra Waste Energy – QiaoYin City Management Co., Ltd
- Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia: PT Chandra Waste Energy – Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc
- Konsorsium Mentari Citra Lestari: PT Bakrie Power – PT Acritas Karya Persada – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium Nusantara Asri Energi: PT Chandra Capital Indonesia – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium Nusantara Energi Hijau: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – PT Sentosa Utama Abadi
- Konsorsium Nusantara Energy: Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc – Huanxing Environment Protection – PT Energi Global Solution
- Konsorsium PT Infra Daya Energia – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium PT Istana Karang Laut – PT Integral Nusantara Abadi – China TianYing
- Konsorsium PT Mega Power Mandiri – CEVIA Enviro Inc.
- Konsorsium Sinergi Mitra Citra: Samsung E&A – China TianYing – PT Medco Power Indonesia
- Konsorsium SSC: Samsung E&A – China Sciences Ecorizon Tech Co., Ltd. (CSET) – PT Energi Jaya Inovasi
- Konsorsium SUEZ (Asia Pacific) Limited – PT Insan Asia Nusantara – China Machinery Engineering Corporation
- Konsorsium Sumitomo Corporation – Kanadevia Corporation – PT Hanochem Tiaka Samudera
- Konsorsium Wangneng Chandra Enviropower: Wangneng Environment Co., Ltd – PT Chandra Waste Energy
- Konsorsium Wangneng GBSH: Wangneng Environment Co., Ltd – PT GBSH Global Media
- Konsorsium Weiming Nusantara New Energy Alliance: Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd – PT Ananta Energi Asia
- Konsorsium Weiming Nusantara New Energy League: Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. – PT Utomodeck Metal Work
- Konsorsium Weiming Nusantara New Energy Union: Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. – PT Pertamina Power Indonesia
- Konsorsium Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd – CITICC International Investment Limited
- Konsorsium Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd – SUS Indonesia Holding Limited
- Konsorsium ZNJJ Daaz Green Energy: PT Jinjiang Environment Indonesia – PT Perkasa Eka Cipta Investama
Ringkasan
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) telah menetapkan 85 entitas yang lolos dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) gelombang kedua untuk proyek pengolah sampah menjadi energi (Waste to Energy). Peningkatan jumlah peserta yang signifikan ini menunjukkan tingginya minat investasi baik dari perusahaan nasional maupun internasional dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.
Sejumlah emiten besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yakni OASA, DAAZ, MEDC, dan BIPI, turut berpartisipasi dalam proyek ini melalui berbagai konsorsium strategis. Pihak DIM berkomitmen untuk menjalankan proses seleksi secara transparan dan kompetitif demi menjaring mitra berkualitas yang mampu memberikan solusi terintegrasi dalam penanganan darurat sampah di tanah air.