ROTI Alihkan 50 Juta Saham Buyback ke Direksi: Ada Apa?

JAKARTA — Produsen roti terkemuka, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), yang dikenal luas dengan merek Sari Roti, mengambil langkah strategis dengan menyiapkan program insentif jangka panjang yang ambisius. Program ini melibatkan pengalihan total 50 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada jajaran direksi dan manajemen perseroan, yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang periode 2026 hingga 2030.

Advertisements

Inisiatif penting ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk memotivasi talenta terbaiknya. Manajemen ROTI menginformasikan bahwa alokasi 50 juta saham tersebut merepresentasikan sekitar 0,81% dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Pelaksanaan aksi korporasi ini sepenuhnya selaras dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29 Tahun 2023, yang secara spesifik mengatur tentang pembelian kembali saham perusahaan terbuka.

Manajemen ROTI lebih lanjut menjelaskan bahwa saham-saham yang akan dialokasikan dalam program insentif ini bersumber dari hasil program buyback yang telah sukses dilakukan perusahaan sejak tahun 2021 hingga 2025. Dari program buyback tersebut, total 564,21 juta saham atau setara dengan 9,12% dari modal disetor telah berhasil dibeli kembali. Yang terpenting, program insentif ini dijamin tidak akan menyebabkan dilusi terhadap kepemilikan saham publik, mengingat skema pengalihan ini tidak memerlukan penerbitan saham baru.

“Program insentif ini dirancang khusus untuk memperkuat rasa kepemilikan dan keterikatan direksi dan manajemen terhadap Perseroan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja para peserta Program Insentif Jangka Panjang, yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan kinerja Perseroan secara konsisten dari tahun ke tahun,” demikian pernyataan resmi manajemen ROTI dalam keterbukaan informasi perusahaan pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Advertisements

Para peserta program insentif ini akan dipilih dari jajaran direksi dan manajemen level tertentu yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan melalui keputusan direksi. Seluruh beban biaya yang timbul dari pelaksanaan program ini sepenuhnya akan ditanggung oleh perseroan. Sementara itu, perhitungan nilai saham insentif akan didasarkan pada nilai bersih setelah dikurangi pajak penghasilan, sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Secara teknis, program pengalihan saham insentif ini dijadwalkan akan berlangsung satu kali setiap tahun, dimulai dari tahun 2026 hingga 2030. Batas waktu terakhir untuk pengalihan seluruh saham tersebut adalah pada tanggal 5 Agustus 2031. Detail lebih lanjut mengenai ketentuan teknis pelaksanaan, termasuk periode lock-up bagi para penerima saham, akan diatur secara komprehensif oleh direksi atau sebuah komite khusus yang dibentuk oleh perseroan di kemudian hari.

Penentuan harga pelaksanaan saham dalam program ini akan mempertimbangkan beberapa faktor kunci yang dinamis. Ini meliputi pergerakan harga saham ROTI di pasar, rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan yang berlaku.

Agar program insentif jangka panjang ini dapat berjalan, manajemen ROTI akan meminta persetujuan resmi dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut akan diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah dijadwalkan pada 18 November 2025 di Jakarta. Sementara itu, panggilan resmi untuk RUPSLB ini akan disampaikan kepada para pemegang saham pada tanggal 27 Oktober 2025.

Manajemen juga menegaskan kembali komitmennya bahwa struktur permodalan perseroan tidak akan mengalami perubahan signifikan setelah program ini diimplementasikan. Setiap saham yang dialokasikan kepada direksi dan manajemen akan memiliki hak yang setara dengan saham-saham lainnya, termasuk hak suara dalam rapat umum pemegang saham serta hak penuh atas pembagian dividen.

Disclaimer: Berita ini disajikan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk mendorong tindakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada pertimbangan dan tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian maupun keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil pembaca.

Ringkasan

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), produsen Sari Roti, berencana mengalihkan 50 juta saham hasil buyback kepada direksi dan manajemen sebagai bagian dari program insentif jangka panjang. Program ini akan dilaksanakan bertahap dari 2026 hingga 2030 dan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja para peserta agar mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara konsisten.

Saham yang dialokasikan berasal dari program buyback yang telah dilakukan sejak 2021 dan dijamin tidak akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham publik karena tidak memerlukan penerbitan saham baru. Pelaksanaan program insentif ini akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 18 November 2025.

Advertisements