IHSG Loyo? Ini Rekomendasi Saham: RAJA, ESSA, MEDC, BBTN!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (27/10). Proyeksi ini muncul setelah IHSG menutup sesi perdagangan Jumat (24/10) dengan terkoreksi tipis 0,03%, bertengger di level 8.271.

Advertisements

Menurut analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, pelemahan IHSG diiringi dengan meningkatnya tekanan jual, ditambah pergerakan indeks yang telah mencapai area penguatan. Oleh karena itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG akan melanjutkan tren turun dan berpotensi menguji rentang 8.044 hingga 8.233.

Herditya menambahkan dalam risetnya pada Senin (27/10) bahwa target level support IHSG berada di 8.141 dan 8.034.

Sementara itu, level resistance terdekat yang perlu diperhatikan berada di 8.365 dan 8.434.

Advertisements

Untuk diketahui, support adalah area harga saham tertentu yang secara historis dianggap sebagai titik terendah potensial. Ketika harga menyentuh level support, biasanya akan ada pantulan naik karena peningkatan daya beli saham.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dipandang sebagai titik tertinggi. Setelah mencapai level resistance ini, umumnya terjadi aksi jual yang signifikan, menyebabkan laju kenaikan harga tertahan.

Di tengah proyeksi pelemahan ini, MNC Sekuritas tetap memberikan rekomendasi buy on weakness untuk beberapa saham pilihan. Salah satunya adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), yang disarankan untuk akumulasi beli pada rentang harga Rp 890–Rp 945 dengan target harga Rp 1.010–Rp 1.045, serta level stoploss di bawah Rp 870.

Selanjutnya, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) direkomendasikan akumulasi pada level Rp 560–Rp 590, dengan target harga Rp 640–Rp 665 dan stoploss apabila harga turun di bawah Rp 555.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mendapat rekomendasi buy on weakness pada area Rp 1.240–Rp 1.350, menargetkan harga di Rp 1.435–Rp 1.555, dengan batas stoploss di bawah Rp 1.215.

Terakhir, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direkomendasikan speculative buy di kisaran Rp 1.180–Rp 1.200, dengan target harga Rp 1.250–Rp 1.275, dan stoploss jika harga bergerak di bawah Rp 1.165.

Dari sudut pandang analisis teknikal, Phintraco Sekuritas turut mengamati sinyal pelemahan pada IHSG. Pembentukan candlestick shooting star mengindikasikan potensi koreksi, diperkuat dengan perkiraan terbentuknya death cross pada indikator Stochastic RSI di area pivot. Dengan kombinasi kondisi teknikal tersebut, IHSG diproyeksikan berpeluang menguji level 8.250–8.200 sepanjang pekan ini.

Sebagai respons terhadap analisis tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yaitu PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).

Ringkasan

Menurut analis MNC Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan melemah dan berpotensi menguji rentang 8.044 hingga 8.233. Pelemahan ini diiringi peningkatan tekanan jual dan pergerakan indeks yang telah mencapai area penguatan. Support IHSG berada di 8.141 dan 8.034, sedangkan resistance terdekat berada di 8.365 dan 8.434.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk BSDE, ESSA, dan MEDC, serta speculative buy untuk BBTN dengan target harga dan stoploss yang telah ditentukan. Phintraco Sekuritas juga melihat sinyal pelemahan IHSG dan merekomendasikan saham RAJA, JSMR, PNLF, INTP, AUTO, dan ESSA.

Advertisements