Awal pekan ini, Senin (27/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan performa yang sangat positif, menunjukkan geliat optimisme di pasar saham domestik. Indeks acuan tersebut berhasil melonjak signifikan sebesar 67,85 poin atau setara dengan 0,82 persen, membawa posisinya ke level 8.339,57. Senada dengan IHSG, Indeks LQ45 yang mencerminkan saham-saham paling likuid juga turut unjuk gigi, menguat 5,87 poin atau 0,71 persen dan bertengger di level 833,97.
Sentimen positif ini tidak hanya terbatas di Indonesia; bursa saham di seluruh kawasan Asia pagi ini juga tampak cerah dan bergerak solid. Keceriaan pasar Asia ini dipimpin oleh indeks Nikkei Jepang, dengan para investor global menanti pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Di tengah optimisme pasar saham, stabilitas juga terlihat di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah menunjukkan kekuatan dengan menguat 27 poin atau 0,16 persen, mencapai posisi Rp 16.602 terhadap dolar AS pada pukul 08:57 WIB. Penguatan rupiah ini semakin melengkapi gambaran positif kinerja ekonomi di awal pekan.
Secara lebih rinci, performa positif di bursa Asia pagi ini tercermin dari data berikut: Indeks Nikkei 225 di Jepang memimpin dengan kenaikan impresif 1.114 poin atau 2,26 persen, mencapai level 50.413. Tak ketinggalan, Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong juga ikut melaju, melonjak 246,42 poin atau 0,94 persen menuju 26.406. Di Tiongkok, Indeks Shanghai Composite (SSEC) membukukan penguatan 30,51 poin atau 0,77 persen, mengakhiri perdagangan awal di angka 3.980. Sementara itu, Straits Times Index (STI) di Singapura turut menambah daftar hijau dengan kenaikan tipis 18,68 poin atau 0,42 persen, mencapai level 4.440.
Ringkasan
IHSG memulai pekan dengan penguatan signifikan, naik 0,82% ke level 8.339,57, diikuti oleh Indeks LQ45 yang juga menguat. Sentimen positif ini sejalan dengan kondisi bursa saham Asia lainnya yang juga menunjukkan tren positif, dipimpin oleh Indeks Nikkei Jepang.
Optimisme pasar Asia ini didorong oleh antisipasi pertemuan antara Presiden Trump dan PM Jepang. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan sebesar 0,16% terhadap dolar AS, berada di level Rp 16.602.