ADMR-HRUM Anjlok! BBNI-BBCA Melesat: Kejutan Pasar Saham Hari Ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan dengan performa gemilang, ditopang oleh kebangkitan impresif saham-saham perbankan raksasa seperti BBNI, BBRI, hingga BBCA. Meskipun sempat tertekan pada sesi pertama, sektor perbankan berhasil membalikkan keadaan, mendorong indeks komposit ke zona hijau yang signifikan. Fenomena ini kontras dengan pergerakan saham-saham tambang yang justru terpantau longsor sepanjang hari.

Advertisements

Menurut data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada awalnya hanya mampu menguat tipis 0,42% ke level 8.199,96 di sesi pertama, bahkan saat itu saham-saham bank masih menjadi beban. Namun, momentum perubahan datang pada sesi kedua, di mana saham-saham perbankan berhasil melakukan rebound kuat, menjadikannya pilar utama penguatan. Hingga penutupan perdagangan, IHSG ditutup melesat 1,04% atau setara 84,90 poin, mencapai level 8.250,93.

Kinerja positif saham perbankan terlihat jelas pada jajaran emiten berkapitalisasi pasar terbesar. Saham bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), berhasil membukukan kenaikan 4,06%, menetap di harga Rp4.100 per saham. Tak kalah memukau, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ditutup menguat 3,76% ke posisi Rp3.860 per saham. Padahal, pada paruh pertama perdagangan, BBRI sempat terkoreksi 1,61% ke Rp3.660 per saham, menunjukkan pembalikan arah yang dramatis.

Tren penguatan juga merambah ke emiten perbankan lainnya. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ikut menorehkan kenaikan sebesar 3,29%, mengakhiri perdagangan di Rp4.390. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), salah satu bank swasta terbesar, mencatat pertumbuhan 2,37% dengan harga penutupan Rp7.550 per saham.

Advertisements

Berbanding terbalik dengan euforia di sektor perbankan, saham-saham emiten tambang justru kompak mengalami tekanan. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) tercatat melemah signifikan 5,80% menjadi Rp1.300 per saham. Selanjutnya, saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mencatat penurunan 4,60% ke level Rp1.245.

Tekanan juga dirasakan oleh saham tambang emas. PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) memimpin pelemahan dengan penurunan 4,84% menjadi Rp590 per saham. Senada, saham PT Archi Indonesia (ARCI) juga terkoreksi 3,95%, ditutup di harga Rp1.095.

Menyikapi pergerakan pasar, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memprediksi bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan esok, Jumat (10/10/2025). Meskipun demikian, investor tetap perlu mewaspadai risiko aksi ambil untung atau profit taking yang lazim terjadi menjelang akhir pekan.

Valdy menjelaskan, secara teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah membentuk Golden Cross, sementara Stochastic RSI mulai menunjukkan sinyal kenaikan dari area pivot. Selain itu, IHSG juga berhasil mempertahankan posisinya di atas level krusial 8.200, disertai volume pembelian yang solid, mengindikasikan sentimen positif pasar.

Dengan kondisi tersebut, Valdy menambahkan dalam publikasi riset harian, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level resistensi berikutnya, yakni 8.272 hingga 8.300. Namun, ia kembali mengingatkan untuk tetap mewaspadai potensi pullback jangka pendek akibat aksi profit taking di penghujung pekan.

Sebagai panduan bagi investor, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan utama yang layak dicermati untuk perdagangan berikutnya, meliputi BRIS, TOWR, BWPT, AALI, dan BBTN.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

IHSG ditutup menguat signifikan berkat rebound saham-saham perbankan besar seperti BBNI, BBRI, BBCA, dan BMRI setelah sempat tertekan di sesi pertama. Kenaikan ini membawa IHSG ke level 8.250,93, naik 1,04%. BBNI mencatat kenaikan tertinggi yaitu 4,06%, diikuti BBRI sebesar 3,76%.

Berbeda dengan sektor perbankan, saham-saham emiten tambang mengalami penurunan. ADMR dan HRUM mencatat penurunan signifikan masing-masing 5,80% dan 4,60%. Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking. Mereka merekomendasikan saham BRIS, TOWR, BWPT, AALI, dan BBTN untuk dicermati.

Advertisements