BNI galakkan edukasi lingkungan melalui aksi bersih pantai

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI secara konsisten menekankan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan tak cukup hanya dilakukan melalui aksi simbolis sesaat. Sebaliknya, hal ini menuntut edukasi berkelanjutan serta perubahan perilaku masyarakat secara fundamental dan konsisten.

Advertisements

Komitmen mendalam ini kemudian diwujudkan BNI melalui rangkaian kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan promosi perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat. Inisiatif penting ini tergabung dalam program BNI Go Green Berani Bersih Pantai Mertasari di Bali, yang berlangsung pada Sabtu (7/2).

Kegiatan yang berpusat di kawasan indah Pantai Mertasari, Denpasar, ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara BNI dengan Komunitas Malu Dong. Selain agenda utama aksi bersih pantai, fokus utama program juga tertuju pada edukasi mendalam mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, serta implementasi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan secara konsisten, baik di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif BNI dalam mendorong gerakan lingkungan yang berorientasi jangka panjang. Menurutnya, persoalan sampah adalah tantangan kompleks yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan aksi sesaat. Sebaliknya, upaya penanggulangan membutuhkan pembentukan kebiasaan baru di tengah masyarakat. “Penanggulangan sampah tidak bisa hanya satu kali aksi. Harus berkelanjutan. Karena itu, edukasi menjadi kunci untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, terutama sejak dari rumah tangga,” ujar Komang.

Advertisements

Komang Sudiarta turut menekankan urgensi menjaga kebersihan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang membutuhkan kepedulian bersama agar keindahan dan kenyamanan lingkungannya tetap terjaga optimal. Ia mengingatkan bahwa masalah sampah tidak hanya berdampak negatif pada ekosistem lokal, tetapi juga dapat memengaruhi sektor ekonomi pariwisata dan citra daerah di mata internasional.

Dalam sesi edukasi yang interaktif, para peserta dibekali dengan pemahaman praktis mengenai cara pemilahan sampah organik dan anorganik. Selain itu, mereka juga diperkenalkan kembali pada konsep reduce, reuse, recycle (3R) yang fundamental, serta diajak untuk secara aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari. “Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Rumah tangga, masyarakat, dan korporasi memiliki peran masing-masing. Jika berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” imbuh Komang.

Secara terpisah, Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa kegiatan edukasi lingkungan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen BNI dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan. Menurut Okki, BNI tidak hanya mendorong kegiatan yang bersifat aksi langsung, namun juga berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan, serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Kami meyakini perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Malu Dong, BNI ingin menghadirkan dampak nyata sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan,” pungkas Okki.

Melalui serangkaian kegiatan bersih pantai dan edukasi lingkungan ini, BNI dengan tegas menegaskan perannya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa BNI tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis semata, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan yang signifikan, yang mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.

Advertisements